Page 465 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 465

-- BAB DUA PULUH --


                                                      Kisah Hagrid


               Harry berlari cepat naik ke kamar anak laki-laki untuk mengambil Jubah Gaib
               dan Peta Perampok dari kopernya; dia begitu cepat sehingga dia dan Ron sudah
               siap berangkat setidaknya lima menit sebelum Hermione bergegas turun kembali
               dari kamar anak perempuan, memakai scarf, sarung tangan dan salah satu topi
               peri menonjolnya sendiri.


               'Well, di luar dingin!' katanya membela diri, sewaktu Ron mendecakkan lidah
               tidak sabaran.


               Mereka bergerak pelan-pelan melalui lubang potret dan menutupi diri mereka
               dengan terburu-buru memakai Jubah itu -- Ron sudah tumbuh banyak sehingga
               dia sekarang harus membungkuk agar kakinya tidak kelihatan -- lalu, sambil
               bergerak lambat-lambat dan dengan waspada, mereka menuruni banyak tangga,
               berhenti sejenak beberapa waktu sekali untuk memeriksa peta mencari tanda-
               tanda Mr Filch atau Mrs Norris. Mereka beruntung; mereka tidak melihat
               siapapun kecuali Nick si Kepala-Nyaris-Putus, yang melayang sambil melamun

               dan bersenandung sesuatu yang terdengar amat mirip dengan 'Weasley adalah
               Raja kami.' Mereka berjalan pelan-pelan menyeberangi Aula Depan dan keluar
               ke halaman sekolah yang hening dan bersalju. Dengan hentakan besar di
               jantungnya, Harry melihat petak-petak cahaya keemasan kecil di depan dan asap
               yang bergelung dari cerobong asap Hagrid. Dia mulai berjalan cepat, dua yang
               lain saling mendorong dan bertabrakan di belakangnya.Mereka berjalan dengan
               bersemangat melalui salju yang semakin menebal sampai akhirnya mereka
               mencapai pintu depan kayu itu. Ketika Harry mengangkat kepalan tangannya
               dan mengetuk tiga kali, seekor anjing mulai menggonggong dengan hebat di
               dalam.


               'Hagrid, ini kami!' Harry berseru melalui lubang kunci.


               'Harusnya sudah tahu!' kata sebuah suara kasar.


               Mereka tersenyum satu sama lain di bawah Jubah itu; mereka bisa tahu dari
               suara Hagrid bahwa dia senang. 'Ada di rumah tiga detik ... menyingkir dari
               jalan, Fang ...


               awas, kau anjing tukang tidur ...'
   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470