Page 503 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 503
'Ap--?'
Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Cho hanya berdiri di sana, menangis
diam-diam.
'Ada apa?' dia berkata dengan lemah.
Cho menggelengkan kepala dan menyeka matanya dengan ujung lengan
bajunya.
'Aku -- sori,' katanya dengan serak. 'Kurasa ... hanya saja ... mempelajari hal-hal
ini
... cuma membuatku ... bertanya-tanya apakah ... kalau dia tahu semua ini ... dia
pasti masih hidup.'
Jantung Harry merosot lewat tempatnya yang biasa dan diam di suatu tempat di
sekitar pusarnya. Dia seharusnya sudah tahu. Cho mau membicarakan Cedric.
'Dia tahu hal-hal ini,' Harry berkata dengan berat. 'Dia benar-benar hebat, atau
dia tidak akan pernah sampai ke bagian tengah labirin itu. Tapi kalau Voldemort
benar-banar ingin membunuhmu, kau tidak akan punya peluang.'
Dia tersedu mendengar nama Voldemort, tetapi menatap Harry tanpa berkedip.
'Kau selamat saat kau masih bayi,' dia berkata pelan.
'Yeah, well,' kata Harry dengan letih, sambil bergerak menuju pintu, 'aku tak
tahu kenapa orang lain juga tidak, jadi itu bukan sesuatu yang patut
dibanggakan.'
'Oh, jangan pergi!' kata Cho, terdengar akan menangis lagi. 'Aku benar-benar
menyesal menjadi kacau seperti ini ... aku tidak bermaksud ...'
Dia tersedu lagi. Dia sangat cantik walaupun saat matanya merah dan bengkak.
Harry merasa benar-benar sengsara. Dia akan sangat senang dengan sebuah
ucapan
'Selamat Natal' saja.
'Aku tahu pasti mengerikan bagimu,' kata Cho sambil menyeka matanya dengan

