Page 498 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 498
'Aku terkejur begitu banyak orang bisa melihat mereka,' kata Ron. 'Tiga dalam
satu kelas --'
'Yeah, Weasley, kami cuma bertanya-tanya,' kata sebuah suara dengki. Tanpa
terdengar oleh mereka dalam salju yang semakin tebal, Malfoy, Crabbe dan
Goyle sedang berjalan tepat di belakang mereka. 'Apa menurutmu kalau kau
melihat seseorang mati kau akan bisa melihat Quaffle dengan lebih baik?'
Dia, Crabbe dan Goyle tertawa bergemuruh selagi mereka lewat untuk kembali
ke kastil. lalu bernyanyi bersama 'Weasley adalah Raja kami'. Telinga Ron
berubah menjadi merah tua.
'Abaikan mereka, abaikan saja mereka,' kata Hermione, sambil menarik keluar
tongkatnya dan melakukan mantera untuk menghasilkan udara panas lagi,
sehingga dia bisa mencairkan jalan yang lebih mudah melalui salju yang belum
tersentuh di antara mereka dan rumah-rumah kaca.
*
Desember tiba, membawa lebih banyak salju dan tumpukan peer untuk murid-
murid kelas lima. Tugas-tugas prefek Ron dan Hermione juga semakin berat
sementara Natal mendekat. Mereka dipanggil untuk mengawasi pendekorasian
kastil ('Kau coba memasang kertas perak sementara Peeves memegang ujung
yang lain dan mencoba mencekikmu dengan itu,' kata Ron), untuk mengawasi
anak-anak kelas satu dan kelas dua yang menghabiskan masa istirahat mereka di
dalam karena dingin yang menusuk ('Dan mereka gombal kecil bermuka tebal,
kau tahu, kita jelas tidak sekasar itu sewaktu kita kelas satu,' kata Ron) dan untuk
berpatroli di koridor-koridor dalam regu-regu bersama Argus Filch, yang curiga
bahwa semangat liburan mungkin memperlihatkan diri dalam berjangkitnya duel
penyihir ('Otaknya dari kotoran hewan, yang satu itu,' kata Ron dengan marah).
Mereka begitu sibuk sehingga Hermione bahkan sudah berhenti merajut topi-
topi peri dan cerewet bahwa dia hanya punya tiga lagi.
'Semua peri malang yang belum kubebaskan, harus tinggal di sini selama Natal
karena tidak cukup topi!'
Harry, yang belum tega memberitahunya bahwa Dobby mengambil semua benda
yang dibuatnya, membungkuk rendah di atas esai Sejarah Sihirnya.
Bagaimanapun, dia tidak mau memikirkan tentang Natal. Untuk pertama kalinya
dalam karir sekolahnya, dia sangat ingin menghabiskan liburan jauh dari
Hogwarts. Antara larangan Quidditchnya dan kekhawatiran apakah Hagrid akan

