Page 546 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 546
tepat di depan pintu.
'Oh, aku mengerti,' kata Phineas Nigellus, masih membelai janggutnya, 'ini
bukan pelarian secara pengecut -- kau sedang bersikap mulia.'
Harry mengabaikannya. Tangannya berada di kenop pintu ketika Phineas
Nigellus berkata dengan malas, 'Aku punya pesan untukmu dari Albus
Dumbledore.'
Harry berputar.
'Apa itu?'
'"Tetaplah di tempatmu."'
'Aku belum bergerak!' kata Harry, tangannya masih di kenop pintu. 'Jadi apa
pesannya?'
'Aku baru saja memberikannya kepadamu, tolol,' kata Phineas Nigellus dengan
lancar. 'Dumbledore bilang, "Tetaplah di tempatmu."'
'Kenapa?' kata Harry dengan tidak sabar sambil menjatuhkan ujung kopernya.
'Kenapa dia ingin aku tinggal? Apa lagi yang dikatakannya?'
'Tak ada apapun,' kata Phineas Nigellus, sambil mengangkat alis hitam tipis
seolah-olah dia mendapati Harry kurang ajar.
Amarah Harry naik ke permukaan seperti seekor ular yang membumbung dari
rumput panjang. Dia letih sekali, dia sangat bingung, dia telah mengalami teror,
kelegaan, lalu teror lagi dalam dua belas jam terakhir ini, dan masih saja
Dumbledore tidak mau berbicara kepadanya!
'Jadi begitu saja, bukan?' dia berkata keras-keras. '"Tetaplah di tempatmu"!
Hanya itu jugalah yang bisa dikatakan semua orang kepadaku setelah aku
diserang oleh Dementor-Dementor itu! Jangan ke mana-mana sementara para
orang dewasa menyelesaikannya, Harry! Walaupun kami takkan repot-repot
memberitahumu apa-apa, karena otakmu yang kecil mungkin takkan bisa
mengatasinya!'
'Kau tahu,' kata Phineas Nigellus, bahkan lebih keras daripada Harry, 'inilah
persisnya kenapa aku benci menjadi seorang guru! Para orang muda begitu yakin

