Page 548 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 548
bagaimana kalau terjadi lagi?
Dia terbenam ke dalam bayang-bayang ...
Seakan-akan sebuah film dalam kepalanya telah menunggu dimulai. Dia sedang
berjalan di sebuah koridor sepi menuju sebuah pintu hitam sederhana, melalui
dinding-dinding batu yang kasar, obor-obor, dan sebuah ambang pintu terbuka
menuju serangkaian anak-anak tangga yang mengarah ke bawah di sebelah kiri
...
Dia mencapai pintu hitam itu tetapi tidak bisa membukanya ... dia berdiri
menatapnya, putus asa ingin masuk ... sesuatu yang diinginkannya dengan
sepenuh hati ada di baliknya ... sesuatu yang berharga melampaui mimpi-
mimpinya ... kalau saja bekas lukanya bisa berhenti menusuk-nusuk ... dengan
begitu dia akan bisa berpikir lebih jernih ...
'Harry,' kata suara Ron, dari tempat yang jauh, 'Mum bilang makan malam sudah
siap, tapi dia akan menyisakan sesuatu untukmu kalau kau mau tetap di tempat
tidur.'
Harry membuka matanya, tetapi Ron telah meninggalkan ruangan itu.
Dia tidak mau sendirian bersamaku, Harry berpikir. Tidak setelah dia mendengar
apa yang telah dikatakan Moody.
Dia merasa tak seorangpun dari mereka akan mau dia di sana lagi, sekarang
setelah mereka tahu apa yang ada dalam dirinya.
Dia tidak akan turun untuk makan malam,. dia tidak akan memaksakan
kehadirannya pada mereka. Dia berpaling ke sisi yang lain dan, setelah beberapa
saat, kembali tidur. Dia bangun lama kemudian, pagi-pagi sekali, isi tubuhnya
sakit karena lapar dan Ron sedang mendengkur di ranjang sebelah. Sambil
memicingkan mata ke sekitar kamar, dia melihat garis-garis tubuh Phineas
Nigellus berdiri lagi di potretnya dan terpikir oleh Harry bahwa Dumbledore
mungkin telah mengirim Phineas Nigellus untuk mengawasinya, kalau-kalau dia
menyerang orang lain.
Perasaan tidak bersih itu semakin kuat. Dia setengah berharap dia tidak
mematuhi Dumbledore ... kalau ini kehidupan yang akan dialaminya di
Grimmauld Place dari sekarang, mungkin dia lebih baik di Privet Drive.

