Page 56 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 56
sepotong daging yang hilang dari hidungnya, sedang mengedipkan mata dengan
curiga kepada Harry melalui matanya yang tidak sepadan. Salah satu matanya
kecil, gelap dan seperti manik-manik, mata yang lain besar, bundar dan berwarna
biru elektrik -- mata ajaib yang bisa menembus dinding, pintu dan bagian
belakang kepala Moody sendiri.
'Apakah kamu cukup yakin itu dia, Lupin?' dia menggeram. 'Pasti jadi pengintai
yang bagus kalau kita membawa pulang Pelahap Maut yang menyamar sebagai
dia.
Kita harus menanyainya sesuatu yang hanya akan diketahui Potter asli. Kecuali
ada yang bawa Veritaserum?'
'Harry, bentuk apa yang diambil Patronusmu?' Lupin bertanya.
'Seekor kijang jantan,' kata Harry dengan gugup.
'Itu dia, Mad-Eye,' kata Lupin.
Sangat sadar bahwa semua orang masih menatapnya, Harry menuruni tangga
sambil menyimpan tongkatnya di kantong belakang celana jinsnya ketika dia
tiba.
'Jangan taruh tongkatmu di sana, nak!' raung Moody. 'Bagaimana kalau
menyala?
Penyihir yang lebih baik darimu sudah kehilangan pantat, kau tahu!'
'Siapa yang kamu kenal yang sudah kehilangan pantat?' wanita berambut violet
itu bertanya kepada Moody dengan tertarik.
'Tidak usah tahu, kau cukup jauhkan tongkatmu dari kantong belakangmu!'
geram Mad-Eye. 'Keamanan tongkat tingkat dasar, tidak ada lagi yang mau repot
mematuhinya.' Dia tertatih menuju dapur. 'Dan aku melihat itu,' dia
menambahkan dengan agak marah, ketika wanita itu menggulirkan matanya ke
langit-langit.
Lupin mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Harry.
'Bagaimana kabarmu?' dia bertanya sambil melihat Harry dengan seksama.
'B-baik ...'

