Page 55 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 55
untuk mendapati bahwa itu sama sekali bukan Moody, tetapi seorang peniru;
terlebih lagi, seorang peniru yang telah mencoba membunuh Harry sebelum
kedoknya terbuka. Tetapi sebelum dia bisa memutuskan apa yang akan
dilakukannya, sebuah suara kedua yang agak serak melayang naik.
'Tidak apa-apa, Harry. Kami telah datang untuk membawamu pergi.'
Jantung Harry melonjak. Dia juga mengenal suara itu, walaupun dia sudah tidak
mendengarnya selama lebih dari setahun.
'P-Profesor Lupin?' dia berkata dengan tidak percaya. 'Andakah itu?'
'Mengapa kita semua berdiri dalam kegelapan?' kata suara ketiga, yang satu ini
benar-benar tidak dikenal, suara seorang wanita. 'Lumos.'
Ujung sebuah tongkat menyala, menerangi aula itu dengan cahaya sihir. Harry
berkedip. Orang-orang di bawah berkerumun di sekitar kaki tangga, menatap
kepadanya lekat-lekat, beberapa menjulurkan kepala-kepala mereka untuk
mendapatkan pandangan yang lebih baik.
Remus Lupin berdiri paling dekat dengannya. Walaupun masih lumayan muda,
Lupin terlihat lelah dan agak sakit; dia punya lebih banyak rambut kelabu
daripada ketika Harry mengucapkan selamat berpisah kepadanya terakhir kali
dan jubahnya lebih banyak tambalan dan lebih kusam daripada dulu. Walaupun
begitu, dia tersenyum lebar kepada Harry, yang mencoba tersenyum balik walau
sedang dalam keadaan terguncang.
'Oooh, dia terlihat persis seperti yang kuduga,' kata penyihir wanita yang sedang
memegang tongkatnya yang menyala tinggi-tinggi. Dia terlihat yang paling
muda di sana; dia memiliki wajah pucat berbentuk hati, mata gelap bersinar, dan
rambut jigrak pendek yang berwarna violet berat. 'Pakabar, Harry!'
'Yeah, aku tahu maksudmu, Remus,' kata seorang penyihir hitam botak yang
berdiri paling belakang -- dia memiliki suara dalam yang pelan dan mengenakan
sebuah anting emas tunggal di telinganya -- 'dia tampak persis seperti James.'
'Kecuali matanya,' kata seorang penyihir pria berambut perak dengan suara
mencicit di belakang. 'Mata Lily.'
Mad-Eye Moody, yang mempunyai rambut kelabu beruban yang panjang dan
sepotong daging yang hilang dari hidungnya, sedang mengedipkan mata dengan

