Page 579 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 579

semua wajah-wajah itu berkibas kembali ke depan lagi.

               Ketika Harry dan Ron menyerahkan kepada Stan masing-masing sebelas Sickle,
               bus itu berangkat lagi, sambil berayun mengerikan. Bus berderu di sekitar

               Grimmauld Place, naik-turun trotoar, lalu, dengan bunyi BANG hebat lagi,
               mereka semua terdorong ke belakang; kursi Ron berguling dan Pigwidgeon,
               yang berada di pangkuannya, keluar dari kandangnya dan terbang sambil
               mencicit dengan liar ke bagian depan bus di mana dia berkibar turun ke bahu
               Hermione. Harry, yang telah menghindari jatuh dengan meraih siku-siku tempat
               lilin, memandang keluar dari jendela: mereka sekarang ngebut di apa yang
               tampak seperti jalan tol.


               'Persis di luar Birmingham,' kata Stan dengan gembira, menjawab pertanyaan
               Harry yang tidak ditanyakan sementara Ron berjuang bangkit dari lantai. 'Kalau
               begitu, kau baik, 'Arry? Aku lihat namamu di koran sering sekali selama musim
               panas, tapi bukan hal yang sangat baik. Kubilang pada Ern, kubilang, dia tidak
               tampak seperti orang sinting waktu kita jumpa dia, tidak bisa tahu, bukan?'


               Dia menyerahkan tiket kepada mereka dan terus menatap Harry dengan
               terpesona.


               Tampaknya, Stan tidak peduli betapa sintingnya seseorang, kalau mereka cukup
               terkenal untuk berada di koran. Bus Ksatria berayun menakutkan, melewati
               sebarisan mobil. Ketika melihat ke bagian depan bus, Harry melihat Hermione
               menutupi matanya dengan tangan, Pigwidgeon sedang berayun dengan gembira
               di bahunya.


               BANG.


               Kursi-kursi meluncur mundur lagi selagi Bus Ksatria melompat dari jalan tol
               Birmingham ke sebuah jalan perdesaan tenang yang penuh belokan-belokan
               tajam.


               Pagar tanaman di kedua sisi jalan melompat menyingkir ketika mereka
               berpapasan.


               Dari sini mereka pindah ke sebuah jalan besar di tengah sebuah kota kecil yang
               sibuk, lallu ke sebuah jembatan di atas jalan yang dikelilingi oleh bukit-bukit
               tinggi, lalu ke sebuah jalan berangin kencang di antara apartemen-apartemen
               tinggi, setiap kali dengan bunyi BANG yang keras.


               'Aku berubah pikiran,' gumam Ron sambil bangkit dari lantai untuk keenam
   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584