Page 612 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 612
harus melihat Sloper dan Kirke, mereka menyedihkan, bahkan lebih buruk
daripada aku.'
Dia menghela napas dalam-dalam. 'Aku tak tahu kenapa Angelina tidak mau
membiarkan aku mengundurkan diri saja.'
'Itu karena kau bagus ketika kondisimu baik, itulah sebabnya,' kata Harry dengan
kesal.
Dia merasa sangat sulit bersimpati pada penderitaan Ron, sementara dirinya
sendiri akan memberikan hampir apapun untuk bermain di pertandingan
mendatang melawan Hufflepuff. Ron tampaknya memperhatikan nada suara
Harry, karena dia tidak menyebut Quidditch lagi selama makan siang, dan ada
sedikit kebekuan dalam cara mereka berpamitan kepada satu sama lain beberapa
saat kemudian. Ron pergi ke lapangan Quidditch dan Harry, setelah mencoba
meratakan rambutnya sementara menatap bayangannya di punggung sebuah
sendok teh, berjalan sendirian ke Aula Depan untuk menemui Cho, merasa
sangat gelisah dan bertanya-tanya apa yang akan mereka perbincangkan.
Dia sedang menunggunya agak ke samping dari pintu-pintu depan dari kayu ek,
terlihat sangat cantik dengan rambutnya diikat ke belakang membentuk ekor
kuda.
Kaki Harry tampaknya terlalu besar bagi badannya selagi dia berjalan ke
arahnya dan dia mendadak teringat akan lengannya dan bagaimana bodohnya
lengan-lengan itu terlihat berayun-ayun di sisi tubuhnya.
'Hai,' kata Cho agak terengah-engah.
'Hai,' kata Harry.
Mereka saling bertatapan selama beberapa saat, lalu Harry berkata, 'Well -- er --
kalau begitu, kita pergi?'
'Oh -- ya ...'
Mereka bergabung dengan antrian orang-orang yang sedang ditandai oleh Filch,
terkadang saling bertatapan satu sama lain dan menyengir dengan segan, tetapi
tidak berbicara kepada satu sama lain. Harry lega ketika mereka mencapai udara
segar, mendapati lebih mudah untuk berjalan bersama dalam keheningan

