Page 615 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 615

lehernya.


               'Um ... apakah kau mau minum kopi?' kata Cho ingin tahu, ketika hujan mulai
               turun semakin deras.


               'Yeah, baiklah,' kata Harry sambil memandang ke sekitarnya. 'Di mana?'

               'Oh, ada tempat yang benar-benar bagus persis di atas sini; belum pernahkah kau
               ke Madam Puddifoot?' dia berkata dengan cerah, sambil menuntunnya ke jalan

               samping dan ke dalam sebuah kedai teh kecil yang belum pernah diperhatikan
               Harry sebelumnya. Itu adalah tempat yang sesak dan penuh uap di mana semua
               hal kelihatannya dihiasi dengan jumbai-jumbai atau pita. Harry mendapatkan
               ingatan tak menyenangkan akan kantor Umbridge.


               'Manis, bukan?' kata Cho dengan gembira.

               'Er ... yeah,' kata Harry tidak jujur.


               'Lihat, dia menghiasnya untuk Hari Valentine!' kata Cho sambil menunjuk
               sejumlah anak kecil bersayap yang berwarna keemasan yang sedang melayang-

               layang di atas setiap meja bundar kecil, terkadang melemparkan konfeti merah
               jambu ke atas para pengguna meja.

               'Aaah ...'


               Mereka duduk di meja terakhir yang tersisa, yang berada di samping jendela
               buram.


               Roger Davis, Kapten Quidditch Ravenclaw, sedang duduk sekitar satu setengah
               kaki jauhnya bersama seorang gadis pirang yang cantik. Mereka sedang
               berpegangan tangan. Pemandangan itu membuat Harry merasa tidak nyaman,
               khususnya ketika, sambil memandang berkeliling di kedai teh itu, dia melihat

               tempat itu penuh dengan pasangan-pasangan, semuanya sedang berpegangan
               tangan. Mungkin Cho akan mengharapkannya untuk memegang tangannya.

               'Apa yang bisa kuambilkan untuk kalian, sayangku?' kata Madam Puddifoot,

               seorang wanita yang sangat gemuk dengan sanggul hitam berkilat, sambil
               menyelinap di antara meja mereka dan meja Roger Davies dengan penuh
               kesulitan.


               'Tolong dua kopi,' kata Cho.
   610   611   612   613   614   615   616   617   618   619   620