Page 637 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 637
Harry merobek pembungkuk cokelatnya. Bergelung keluar sebuah salinan edisi
Maret The Quibbler yang tergulung erat. Dia membuka gulungannya untuk
melihat wajahnya sendiri menyeringai malu-malu kepadanya dari halaman
depan. Dalam huruf-huruf besar merah membentang di gambar ini adalah kata-
kata: BERBICARA TERUS-TERANG AKHIRNYA
KEBENARAN MENGENAI DIA-YANG-NAMANYA-TIDAK-BOLEH-
DISEBUT
DAN MALAM AKU MELIHATNYA KEMBALI
'Bagus, bukan?' kata Luna yang telah datang ke meja Gryffindor dan sekarang
memaksakan dirinya ke bangku di antara Fred dan Ron. 'Keluarnya kemarin, aku
minta Dad mengirimkanmu sebuah salinan gratis. Kuduga semua ini,' dia
melambaikan sebelah tangan ke kumpulan burung hantu yang masih meraba-
raba di meja di hadapan Harry, 'adalah surat-surat dari para pembaca.'
'Itulah yang kupikir,' kata Hermione dengan bersemangat. 'Harry, apakah kau
keberatan kalau kami --?'
'Silakan saja,' kata Harry, merasa agak geli.
Ron dan Hermione mulai merobek amplop-amplop.
'Yang satu ini dari seorang cowok yang mengira kau sinting,' kata Ron sambil
memandang sekilas ke suratnya. 'Ah well ...'
'Wanita ini merekomendasikanmu mencoba kursus bagus Mantera Guncangan di
St Mungo,' kata Hermione, terlihat kecewa dan lesu dalam sedetik.
'Yang satu ini tampak OK,' kata Harry lambat-lambat, sambil membaca sekilas
sepucuk surat panjang dari seorang penyihir wanita di Paisley. 'Hei, dia bilang
dia percaya padaku!'
'Yang satu ini tak bisa memutuskan,' kata Fred, yang telah bergabung dalam
pembukaan surat dengan antusias. 'Bilang kau tidak terlihat sebagai orang gila,
tapi dia sebenarnya tidak mau percaya Kau-Tahu-Siapa sudah kembali jadi dia
tidak tahu harus berpikir apa sekarang. Astaga, betapa pemborosan perkamen.'
'Di sini satu lagi yang berhasil kau yakinkan, Harry!' kata Hermione dengan
bersemangat. 'Setelah membaca versi ceritamu, aku terpaksa mengambil

