Page 642 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 642

ada edisi The Quibbler yang pernah terjual lebih cepat.


               'Dad mencetak ulang!' dia memberitahu Harry, matanya membelalak dengan
               bersemangat. 'Dia tidak bisa mempercayainya, dia bilang orang-orang
               tampaknya lebih tertarik dengan ini daripada dengan Snorckack Tanduk-Kisut!'


               Harry menjadi pahlawan di ruang duduk Gryffindor malam itu. Dengan berani,
               Fred dan George menempatkan Mantera Pembesar ke sampul depan The
               Quibbler dan menggantunkannya di dinding, sehingga kepala raksasa Harry
               memandang ke bawah ke kegiatan mereka, terkadang mengatakan hal-hal seperti


               'KEMENTERIAN ADALAH ORANG-ORANG BODOH' dan


               'MAKAN KOTORAN, UMBRIDGE' dengan suara menggelegar. Hermione
               tidak menganggap ini lucu; dia bilang mengganggu konsentrasinya, dan dia
               akhirnya pergi tidur lebih awal karena kesal. Harry harus mengakui bahwa
               poster itu tidak lucu lagi setelah satu atau dua jam, terutama ketika mantera
               bicaranya mulai hilang, sehingga dia hanya meneriakkan kata-kata tidak
               berkaitan seperti 'KOTORAN' dan


               'UMBRIDGE' pada interval-interval yang lebih sering dengan suara yang
               semakin meninggi. Kenyataannya, itu mulai membuat kepalanya sakit dan bekas
               lukanya mulai menusuk-nusuk tidak menyenangkan lagi. Yang membuat banyak
               orang yang sedang duduk di sekitar, yang memintanya mengulangi kembali
               wawancaranya untuk kesekian puluh kalinya, mengeluh kecewa, dia
               mengumumkan bahwa dia juga butuh istirahat awal.


               Kamar asrama kosong ketika dia sampai di sana. Dia menyandarkan keningnya
               sejenak di kaca jendela yang sejuk di samping tempat tidurnya; rasanya nyaman
               pada bekas lukanya. Lalu dia berganti pakaian dan naik ke tempat tidur, sambil
               berharap sakit kepalanya pergi. Dia juga merasa sedikit mual. Dia berguling ke
               samping, menutup matanya, dan jatuh tertidur hampir seketika ...


               Dia sedang berdiri di sebuah ruangan gelap bertirai yang diterangi sebuah tempat
               lilin bercabang. Tangannya tergenggam ke punggung sebuah kursi di depannya.


               Tangan itu berjari-jari panjang dan putih seakan-akan belum melihat sinar
               matahari selama bertahun-tahun dan tampak seperti laba-laba pucat besar di
               beludru gelap kursi itu.


               Di balik kursi, dalam genangan cahaya yang sampai ke lantai di samping lilin-
   637   638   639   640   641   642   643   644   645   646   647