Page 640 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 640
Tertanda: Dolores Jane Umbridge, Penyelidik Tinggi Untuk alasan tertentu,
setiap kali Hermione melihat salah satu tanda ini dia tersenyum senang.
'Apa tepatnya yang membuat kau begitu senang?' Harry bertanya kepadanya.
'Oh, Harry, tidakkah kau paham?' Hermione berkata. 'Kalau dia bisa melakukan
satu hal untuk menjamin bahwa semua orang di sekolah ini akan membaca
wawancaramu, itu adalah melarangnya!'
Dan tampaknya Hermione sangat benar. Di akhir hari itu, walaupun Harry belum
melihat lebih dari secuil The Quibbler di manapun di sekolah, seluruh tempat itu
tampaknya mengutip wawancara itu kepada satu sama lain. Harry mendengar
mereka berbisik mengenainya ketika mereka antri di luar ruang kelas,
membahasnya selama makan siang dan di akhir pelajaran, sementara Hermione
bahkan melaporkan bahwa setiap pengguna kamar-kamar kecil di toilet anak
perempuan telah membicarakannya ketika dia masuk ke sana sebelum Rune
Kuno.
'Lalu mereka melihatku, dan tentu saja mereka tahu aku kenal kamu, jadi mereka
memberondongku dengan pertanyaan,' Hermione memberitahu Harry, matanya
bersinar-sinar, 'dan Harry, kukira mereka percaya padamu, aku benar-benar
mengira begitu, kukira kau akhirnya membuat mereka yakin!'
Sementara itu, Profesor Umbridge berkeliaran di sekolah, menghentikan murid-
murid secara acak dan menuntut mereka membalik buku-buku dan kantong
mereka.
Harry tahu dia sedang mencari salinan-salinan The Quibbler, tapi murid-murid
beberapa langkah di depannya. Halaman-halaman yang berisikan wawancara
Harry telah disihir untuk menyerupai kutipan dari buku teks kalau siapapun
kecuali mereka sendiri membacanya, atau dihapus secara sihir menjadi kosong
sampai mereka mau membacanya lagi. Segera saja tampaknya setiap orang di
sekolah sudah membacanya.
Guru-guru tentu saja dilarang menyebut wawancara itu oleh Dekrit Pendidikan
Nomor Dua Puluh enam, tetapi mereka tetap saja menemukan cara-cara
menyampaikan perasaan mereka tentang itu. Profesor Sprout menghadiahkan
Gryffindor dua puluh poin ketika Harry menyerahkan kepadanya sebuah kaleng
penyiram air; seorang Profesor Flitwick yang tersenyum menekankan sekotak
gula tikus yang mencicit kepadanya di akhir Jimat dan Guna-Guna, berkata,
'Shh!' dan bergegas pergi, dan Profesor Trelawney tersedu-sedan selama

