Page 65 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 65
menganggap ini serius,' kata Tonks selagi dia mengikatkan koper Harry dan
sangkar Hedwig ke pelana yang bergantung dari sapunya.
'Aku hanya memberitahu anak itu rencananya,' geram Moody. 'Tugas kita adalah
mengantarkan dia dengan selamat ke Markas Besar dan kalau kita mati dalam
usaha --
'
'Tidak ada yang akan mati,' kata Kingsley Shacklebolt dengan suaranya yang
dalam dan menenangkan.
'Naiki sapumu, itu tanda pertama!' kata Lupin dengan tajam, sambil menunjuk ke
langit.
Jauh, jauh di atas mereka, hujan bunga api merah terang telah menyala di antara
bintang-bintang. Harry mengenalinya seketika sebagai bunga api tongkat. Dia
mengayunkan kaki kanannya melewati Fireboltnya, menggenggam pegangannya
erat-erat dan merasakannya bergetar sedikit, seakan-akan sama inginnya dengan
dirinya untuk naik ke udara sekali lagi.
'Tanda kedua, ayo pergi!' kata Lupin dengan keras ketika lebih banyak lagi
bunga api, kali ini hijau, meledak jauh di atas mereka.
Harry menjejak keras ke tanah. Udara malam yang sejuk menderu melalui
rambutnya ketika petak-petak kebun rapi di Privet Drive tertinggal jauh,
mengerut dengan cepat menjadi potongan-potongan hijau tua dan hitam, dan
semua pikiran tentang dengar pendapat Kementerian tersapu daari pikirannya
seolah-olah deru udara itu telah meniupnya keluar dari kepalanya. Dia merasa
seakan-akan jantungnya akan meledak karena senang; dia terbang lagi, terbang
menjauh dari Privet Drive seperti yang telah diimpikannya sepanjang musim
panas, dia akan pulang ... selama beberapa saat yang menyenangkan, semua
masalahnya sepertinya menyusut menjadi hilang, tidak penting lagi di dalam
langit luas yang berbintang.
'Kiri jauh, kiri jauh, ada Muggle yang melihat ke atas!' teriak Moody dari
belakangnya. Tonks membelok dan Harry mengikutinya dambil memperhatikan
kopernya berayun dengan liar di bawah sapunya. 'Kita perlu ketinggian lebih ...
beri lagi seperempat mil!'
Mata Harry berair karena kedinginan ketika mereka membumbung ke atas; dia

