Page 70 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 70
'Cepat masuk, Harry,' Lupin berbisik, 'tetapi jangan masuk jauh-jauh ke dalam
dan jangan menyentuh apapun.'
Harry melangkahi ambang pintu ke dalam aula yang hampir gelap total. Dia bisa
mencium kelembaban, debu dan bau pembusukan yang agak manis; tempat itu
punya rasa seperti sebuah bangunan yang ditinggalkan. Dia memandang melalui
bahunya dan melihat yang lain masuk setelahnya, Lupin dan Tonks sambil
membawa kopernya dan sangkar Hedwig. Moody sedang berdiri di anak tangga
puncak sambil melepaskan bola-bola cahaya yang telah dicuri Pemadam-Lampu
dari lampu-lampu jalan; mereka terbang kembali ke bola lampu mereka dan
alun-alun itu berkilau sejenak dengan cahaya jingga sebelum Moody melompat
ke dalam dan menutup pintu depan, sehingga kegelapan di aula itu menjadi
lengkap.
'Di sini --'
Dia mengetuk Harry dengan keras di kepala dengan tongkatnya. Harry merasa
seakan-akan sesuatu yang panas menetes menuruni punggungnya kali ini dan
tahu bahwa Mantera Penghilang-Ilusi itu pastilah telah terangkat.
'Sekarang jangan bergerak, semuanya, sementara aku memberi kita sedikit
cahaya di sini,' Moody berbisik.
Suara-suara teredam yang lainnya memberi Harry perasaan aneh seperti
pertanda; seakan-akan mereka baru saja memasuki rumah seseorang yang
sedang sekarat. Dia mendengar bunyi desis pelan dan lalu lampu minyak model
kuno berbunyi dan hidup di sepanjang dinding, sambil memberi nyala redup
yang berkelap-kelip pada kertas dinding yang mulai mengelupas dan karpet yang
mulai menipis di gang panjang yang suram, di mana sebuah kandil penuh sarang
laba-laba berkilauan di atas kepala dan potret-potret yagn menghitam karena usia
tergantung miring di dinding. Harry mendengar sesuatu berlari tergesa-gesa di
belakang papan pelapis dinding. Baik kandil maupun tempat lilin di atas meja
reyot di dekatnya berbentuk seperti ular.
Ada langkah-langkah kaki bergegas dan ibu Ron, Mrs Weasley, muncul dari
sebuah pintu di sisi jauh aula itu. Dia tersenyum menyambut ketika bergegas
menuju mereka, walaupun Harry memperhatikan bahwa dia agak kurusan dan
lebih pucat daripada terakhir kali mereka berjumpa.
'Oh, Harry, senang berjumpa denganmu!' dia berbisik, sambil menariknya ke
dalam pelukan erat sebelum memegangnya sejauh satu lengan dan

