Page 705 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 705
perkamennya ke arahnya untuk membaca ulang apa yang telah ditulisnya.
Harry berhenti di depan meja dan memandang kepada ayahnya yang berumur
lima belas tahun.
Kegembiraan meledak di dasar perutnya: seolah-olah dia sedang memandangi
dirinya sendiri kecuali dengan kesalahan yang disengaja. Mata James coklat,
hidungnya sedikit lebih panjang daripada hidung Harry dan tidak ada bekas luka
di keningnya, tetapi mereka memiliki wajah kurus yang sama, mulut yang sama,
alis yang sama; rambut James berdiri di bagian belakang persis seperti rambut
Harry, tangannya bisa saja jadi tangan Harry dan Harry bisa tahu bahwa, saat
James berdiri, mereka hanya selisih satu inci pada tinggi masing-masing.
James menguap lebar dan memberantakkan rambutnya, membuatnya lebih kacau
dari sebelumnya. Lalu, dengan pandangan sekilas kepada Profesor Fltiwick, dia
berpaling di tempat duduknya dan menyeringai kepada seorang anak laki-laki
yagn duduk empat kursi di belakangnya.
Dengan guncangan kegembiraan lain, Harry melihat Sirius mengacungkan
jempol kepada James. Sirius sedang bermalas-malas di kursinya dengan
seenaknya, memiringkannya ke belakang pada kedua kakinya. Dia sangat
tampan; rambutnya yang hitam jatuh ke matanya dengan keluwesan biasa yang
tidak akan bisa dicapai James maupun Harry, dan seorang anak perempuan yang
duduk di belakangnya sedang memandangnya dengan penuh harap, walaupun
tampaknya dia tidak memperhatikan. Dan dua tempat duduk dari gadis ini --
perut Harry menggeliat menyenangkan lagi -- adalah Remus Lupin. Dia tampak
agak pucat dan lesu (apakah bulan purnama mendekat?) dan asyik dengan ujian:
ketika dia membaca ulang jawaban-jawabannya, dia menggaruk dagunay dengan
ujung pena bulunya, sambil merengut sedikit.
Jadi itu berarti Wormtail pasti juga di suatu tempat di sekitar sini ... dan benar
juga, Harry melihatnya dalam beberapa detik: seorang anak laki-laki kecil
berambut tikut dengan hidung mendongak. Wormtail tampak cemas; dia sedang
mengunyak kuku tangannya, menatap kertasnya, menggores tanah dengan jari
kakinya. Beberapa waktu sekali dia menatap sekilas penuh harap ke kertas
tetangganya. Harry memandang Wormtail sejenak, lalu kembali kepada James,
yang sekarang sedang menggambar-gambar ke potongan perkamen sisanya. Dia
telah menggambar sebuah Snitch dan sekarang sedang menjiplak huruf-huruf
'L.E.' Apa artinya itu?
'Mohon letakkan pena bulu!' cicit Profesor Flitwick. 'Itu artinya kamu juga,

