Page 74 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 74

'Yeah?' kata Harry sambil menaikkan alisnya. 'Apakah salah satu dari kalian

               telah diserang Dementor musim panas ini?'

               'Well -- tidak -- tapi itulah mengapa dia menyuruh orang-orang dari Order of
               Phoenix untuk mengikutimu sepanjang waktu --'


               Harry merasakan hentakan dalam isi perutnya seakan-akan dia telah kelupaan
               satu anak tangga sewaktu menuruni tangga. Jadi semua orang tahu dia sedang
               diikuti, kecuali dirinya.


               'Tak berjalan sebaik itu, bukan?' kata Harry, berusaha sekeras mungkin untuk
               menjaga suaranya tetap tenang. 'Harus menjaga diriku sendiri, bukan?'


               'Dia sangat marah,' kata Hermione, dalam suara yang hampir terpesona,


               'Dumbledore. Kami melihatnya. Ketika dia mengetahui Mundungus pergi
               sebelum waktu jaganya berakhir. Dia menakutkan.'


               'Well, aku senang dia pergi,' Harry berkata dengan dingin. 'Kalau tidak, aku
               tidak akan menyihir dan Dumbledore mungkin meninggalkanku di Privet Drive
               sepanjang musim panas.'


               'Tidakkah kau ... tidakkah kau cemas akan dengar pendapat Kementerian?' kata
               Hermione dengan pelan.


               'Tidak,' Harry berbohong dengan menantang. Dia berjalan menjauh dari mereka,
               sambil melihat sekeliling, dengan Hedwig yang puas di bahunya, tapi kamar ini
               tidak tampak menaikkan semangatnya. Kamar itu lembab dan gelap. Bidang
               kanvas yang kosong adalah satu-satunya yang menghilangkan kekosongan
               dinding yang mulai mengelupas, dan ketika Harry melewatinya dia mengira dia
               mendengar seseorang, yang sedang bersembunyi di luar pandangan, terkikik.


               'Jadi, mengapa Dumbledore sangat ingin membiarkanku dalam kegelapan?'
               Harry bertanya, masih mencoba keras untuk menjaga suaranya tetap biasa.
               'Apakah kalian --


               er -- repot-repot bertanya kepadanya?'


               Dia melirik sekilas tepat waktu untuk melihat mereka saling memandang dengan
               tatapan yang memberitahu dia bahwa dia bertingkah laku persis seperti yang
               mereka takutkan. Itu tidak memiliki andil apapun dalam perbaikan perasaan
               marahnya.
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79