Page 838 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 838
juga dia belum meninggal, karena dia yakin bahwa hasilnya akan mengakibatkan
dia merasakan kegembiraan Voldemort atau kemarahannya mengalir ke
tubuhnya sendiri, membuat bekas lukanya membara menyakitkan seperti yang
terjadi pada malam Mr Weasley diserang.
Mereka terus terbang melalui kegelapan yang semakin pekat; wajah Harry terasa
kaku dan dingin, kakinya mati rasa akibat mencengkeram sisi tubuh Thestral itu
begitu erat, tetapi dia tidak berani menggeser posisinya kalau-kalau dia
tergelincir ...
dia tuli akibat deru bergemuruh udara di telinganya, dan mulutnya kering dan
beku akibat udara malam yang dingin. Dia telah kehilangan rasa berapa jauh
mereka pergi; semua keyakinannya ada pada binatang di bawahnya, yang masih
melintas dengan tujuan tertentu melalui malam, hampir tidak mengepakkan
selagi dia ngebut ke depan terus.
Kalau mereka terlambat ...
Dia masih hidup, dia masih melawan, aku bisa merasakannya ...
Kalau Voldemort memutuskan Sirius tidak akan menyerah ...
Aku akan tahu ...
Perut Harry tersentak; kepala Thestral itu mendadak mengarah ke tanah dan dia
bahkan meluncur ke depan beberapa inci di sepanjang lehernya. Mereka turun
akhirnya ... dia mengira mendengar sebuah pekik di belakangnya dan berputar
dengan berbahaya, tetapi tidak bisa melihat tanda-tanda tubuh jatuh ... mungkin
mereka semua mengalami guncangan dari pergantian arah itu, seperti dirinya.
Dan sekarang sinar-sinar jingga cemerlang semakin besar dan bulat di segala
sisi; mereka bisa melihat puncak gedung-gedung, aliran lampu-lampu seperti
mata serangga yang berkilauan, petak-petak kuning pucat yang merupakan
jendela-jendela.
Dengan sangat mendadak, kelihatannya, mereka meluncur dengan cepat menuju
trotoar; Harry mencengkeram Thestral dengan setiap tenaganya, menguatkan diri
untuk hantaman mendadak, tetapi kuda itu menyentuh tanah yang gelap seringan
bayangan dan Harry meluncur dari punggungnya, memandang sekeliling ke
jalan tempat tong sampah yang kepenuhan itu masih berdiri dekat kotak telepon
rusak, keduanya kehilangan warnan dalam cahaya jingga terang dari lampu-
lampu jalan.

