Page 89 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 89

Sepotong benang tipis berwarna daging turun di depan mata Harry. Ketika

               memandang ke atas, dia melihat Fred dan Geoge di puncak tangga di atasnya,
               dengan waspada menurunkan Telinga Yang-Dapat-Dipanjangkan menuju
               kumpulan gelap orang-orang di bawah. Akan tetapi, sejenak kemudian mereka
               semua mulai bergerak menuju pintu depan dan menghilang dari pandangan.


               'Sialan,' Harry mendengar Fred berbisik, selagi dia menaikkan Telinga Yang-
               Dapat-Dipanjangkan ke atas lagi.


               Mereka mendengar pintu depan terbuka, lalu menutup.

               'Snape tidak pernah makan di sini,' Ron memberitahu Harry dengan pelan.


               'Syukurlah. Ayo.'


               'Dan jangan lupa jaga suaramu tetap rendah di aula, Harry,' Hermione berbisik.


               Ketika mereka melewati barisan kepala peri-rumah di dinding, mereka melihat
               Lupin, Mrs Weasley dan Tonks di pintu depan, sedang mengunci banyak kunci
               dan gemboknya dengan sihir di belakang orang-orang yang baru saja pergi.


               'Kita makan di dapur,' Mrs Weasley berbisik, sambil menyambut mereka di
               bawah tangga. 'Harry sayang, kalau kau bisa berjingkat menyeberangi aula
               melalui pintu di sini --'


               CRASH.


               'Tonks!' teriak Mrs Weasley dengan putus asa, sambil berbalik untuk melihat ke
               belakangnya.


               'Maafkan aku!' ratap Tonks, yang sedang berbaring rata di lantai. 'Gara-gara
               tempat payung bodoh itu, kedua kalinya aku tersandung --'


               Tapi kata-katanya yang lain ditenggelamkan oleh sebuah pekikan mengerikan
               yang memekakan telinga dan membekukan darah.


               Tirai-tirai beludru yang termakan ngengat yang telah dilewati Harry telah
               terbuka, tapi tidak ada pintu di belakang mereka. Selama sepersekian detik,
               Harry mengira dia sedang melihat ke sebuah jendela, jendela yang
               dibelakangnya ada seorang wanita tua bertopi hitam sedang menjerit dan
               menjerit seakan-akan dia sedang disiksa -- lalu dia menyadari bahwa dia hanya
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94