Page 860 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 860

'Dan mengapa dia mau mencuri ramalan mengenai aku?'


               'Mengenai kalian berdua, Potter, mengenai kalian berdua ... tidakkah kamu
               pernah bertanya-tanya mengapa Pangeran Kegelapan mencoba membunuhmu
               saat bayi?'


               Harry menatap ke lubang mata tempat mata kelabu Malfoy mengkilat. Apakah
               ramalan ini alasan orang tua Harry mati, alasan dia membawa bekas luka
               berbentuk sambaran kilat? Apakah jawaban ini semua tergenggam di dalam
               tangannya?'


               'Seseorang membuat ramalan tentang Voldemort dan aku?' dia berkata pelan,
               sambil menatap kepada Lucius Malfoy, jari-jarinya mengetat pada bola kaca
               hangat di dalam tangannya. Benda itu hampir tidak lebih besar daripada sebuah
               Snitch dan masih kasar karena debu. 'Dan dia membuatku datang dan
               mengambilnya? Kenapa dia tidak bisa datang dan mengambilnya sendiri?'


               'Mengambilnya sendiri?' jerit Bellatrix, melampaui tawa sinting.


               'Pangeran Kegelapan, berjalan ke dalam Kementerian Sihir, saat mereka semua
               begitu manisnya mengabaikan kembalinya beliau? Pangeran Kegelapan,
               menampakkan diri kepada para Auror, padahal saat itu mereka sedang
               membuang waktu mereka pada sepupuku tersayang?'


               'Jadi, dia menyuruh kalian melakukan pekerjaan kotor baginya, bukan?' kata
               Harry.


               'Seperti dia mencoba membuat Sturgis mencurinya -- dan Bode?'


               'Sangat bagus, Potter, sangat bagus ...' kata Malfoy lambat-lambat. 'Tapi
               Pangeran Kegelapan tahu kamu tidak bod--'


               'SEKARANG!' jerit Harry.


               Lima suara berbeda di belakangnya berteriak, 'REDUCIO!' Lima kutukan
               melayang ke lima arah berbeda dan rak-rak di seberang mereka meledak saat
               kutukan itu mengenainya; susunan menjulang itu berayun ketika seratus bola
               kaca meletus pecah, figur-figur seputih mutiara membentang ke udara dan
               melayang di sana, suara mereka menggema dari siapa yang tahu masa lalu mana
               yang sudah lama mati dari antara hujan kaca yang terbanting dan serpih-serpih
               kayu yang sekarang menghujani lantai --
   855   856   857   858   859   860   861   862   863   864   865