Page 864 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 864

merah mengenai si Pelahap Maut di tengah dadanya: dia membeku, lengannya
               masih terangkat, tongkatnya jatuh ke lantai dengan bunyi keras dan dia roboh ke
               belakang ke arah toples itu. Harry menduga akan mendengar bunyi hantaman,
               bahwa lelaki itu akan membentur kaca padat dan tergelincir ke lantai, tetapi alih-
               alih, kepalanya terbenam melalui permukaan toples seolah-olah benda itu bukan
               apa-apa melainkan sebuah gelembung sabun dan dia terdiam, telentang di atas
               meja, dengan kepalanya tergeletak di dalam toples yang penuh angin berkilauan
               itu.


               'Accio tongkat!' jerit Hermione. Tongkat Harry melayang dari sebuah sudut
               gelap ke dalam tangannya dan dia melemparkannya kepada Harry.


               'Trims,' katanya. 'Baik, ayo keluar dari --'


               'Awas!' kata Neville, ketakutan. Dia sedang menatap kepala si Pelahap Maut di
               dalam toples.


               Mereka bertiga semuanya mengangkat tongkat mereka lagi, tetapi tak
               seorangpun dari mereka menyerang: mereka semuanya sedang menatap, dengan
               mulut terbuka, terkejut, pada apa yang sedang terjadi pada kepala pria itu.


               Kepala itu mengerut sangat cepat, semakin botak, rambut hitam dan jenggot
               pendeknya tertarik masuk ke dalam tengkoraknya; pipinya menjadi licin,
               tengkoraknya bundar dan tertutup rambut-rambut halus mirip buah persik ...


               Sebuah kepala bayi sekarang terletak mengerikan di atas leher gemuk berotot
               Pelahap Maut itu selagi dia berjuang untuk bangkit lagi; tetapi bahkan saat
               mereka menonton, dengan mulut mereka terbuka, kepala itu mulai
               menggembung ke ukuran sebelumnya lagi; rambut hitam tebal mulai tumbuh
               dari kepala dan dagunya ...


               'Itu Waktu,' kata Hermione dengan suara terpesona. 'Waktu ...'


               Si Pelahap Maut menggelengkan kepala jeleknya lagi, mencoba
               menjernihkannya, tetapi sebelum dia bisa menguasai diri kepala itu mengerut
               kembali ke keadaan bayi sekali lagi ...


               Ada teriakan dari sebuah ruangan di dekat situ, lalu bunyi benturan dan jeritan.


               'RON?' Harry menjerit, sambil berpaling cepat dari perubahan mengerikan yang
               sedang berlangsung di hadapan mereka. 'GINNY? LUNA?'
   859   860   861   862   863   864   865   866   867   868   869