Page 859 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 859
jari kaki orang lain dan menginjaknya. Tarikan napas tajam di belakangnya
memberitahunya bahwa jari-jari itu milik Hermione.
'Apa?' Hermione berbisik.
'Dumbledore tak pernah memberitahumu alasan kamu memiliki bekas luka itu
tersembunyi di dalam Departemen Misteri?' Malfoy mencemooh.
'Aku -- apa?' kata Harry. Dan sejenak dia lupa akan rencananya. 'Kenapa dengan
bekas lukaku?'
'Apa?' bisik Hermione lebih mendesak di belakangnya.
'Mungkinkah ini?' terdengar senang penuh kedengkian; beberapa Pelahap Maut
tertawa lagi, dan di balik tawa mereka, Harry berdesis kepada Hermione,
menggerakkan bibirnya sesedikit mungkin, 'Banting rak --'
'Dumbledore tak pernah bilang kepadamu?' Malfoy mengulangi. 'Well, ini
menjelaskan mengapa kamu tidak datang lebih awal, Potter, Pangeran
Kegelapan bertanya-tanya mengapa --'
'-- waktu aku bilang sekarang --'
'-- kamu tidak datang sambil berlari ketika beliau memperlihatkan tempat
persembunyiannya kepadamu di dalam mimpi-mimpimu. Beliau mengira
keingintahuan alamiah akan membuatmu mau mendengar perkataan setepat-
tepatnya
...'
'Begitukah?' kata Harry. Di belakangnya dia merasakan bukannya mendengar
Hermione menyampaikan pesannya kepada yang lainnya dan dia terus berbicara,
untuk mengalihkan perhatian para Pelahap Maut. 'Jadi dia mau aku datang
mengambilnya, bukan begitu? Kenapa'
'Kenapa?' Malfoy terdengar sangat senang. 'Karena satu-satunya orang yang
diizinkan mengambil ramalan dari Departemen Misteri, Potter, adalah mereka
yang ditulis dalam ramalan itu, seperti yang Pangeran Kegelapan temukan saat
beliau mencoba menggunakan orang-orang lainnya untuk mencurinya bagi
beliau.'
'Dan mengapa dia mau mencuri ramalan mengenai aku?'

