Page 508 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 508

IntelIgensI embun PagI

              Bodhi menoleh ke ruangan di belakangnya. Dari

           keremangan di balik pintu gebyok yang setengah terbuka,
           seseorang berambut pirang kecokelatan muncul.
              “You’re still not fast enough, Bodhi,” ucap Kell.
              “Guru Liong datang dengan siapa?” tanya Bodhi langsung.

              Tanpa menunggu jawaban Kell, Alfa langsung bergerak ke
           pintu depan, diikuti Gio.
              Di mulut  jembatan, tampak  tiga orang yang seakan
           dihantarkan oleh kabut. Gio menyipitkan mata. Remaja pria
           berkepala licin dengan baju hitam panjang bak pendekar
           kungfu berjalan paling dulu, disusul perempuan mungil

           berkucir dua. Keduanya sama-sama bermuka oriental. Di
           paling belakang, ada laki-laki kurus bersweter hitam… Toni?
              “Mpret, eh, Toni, kamu di sini karena…?” Gio bertanya.
           Ia bahkan belum sempat memutuskan akan memanggilnya

           dengan panggilan yang mana.
              “Penggembira,” Toni menjawab pelan.
              “Mpret?” Bodhi muncul di pintu, menerabas maju untuk
           melihat lebih dekat dan masih tak percaya dengan apa yang
           ia lihat. Ia mengerjapkan mata demi meyakinkan diri sekali

           lagi bahwa simpul Peretas yang ditangkapnya betulan terikat
           kepada tubuh Toni. “Dia Peretas,” desisnya.
              “Peretas? Asko? Nggak mungkin,” timpal Alfa.
              Toni memandang berkeliling.  “Aku bukan bagian dari

           kalian.”



                                                                 493
   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513