Page 507 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 507

Keping 82


             “Toni. Kamu perlu tahu sesuatu,” kata Liong pelan. “Peretas
           Gerbang Gugus Asko. Namanya Zarah. Dia anak dari Murai.”

             Mendengarnya, jantung Toni seperti diremas. “Taik, Liong.
           Kamu baru bilang sekarang?” bisiknya.
             “Semasa  hidupnya,  Murai  dikenal  dengan  nama  Firas
           Alzahabi.” Liong mengucapkannya seperti membacakan
           berita. Ia pun berputar, menyusuri jembatan dengan langkah

           ringan dan gesit, dalam waktu singkat mendahului Elektra
           dan berada paling depan.






           Alfa mengamati posisi duduk Bodhi yang berubah siaga. Bodhi
           seperti sedang mempelajari ruang di belakang punggungnya.
             “Ada yang datang.” Mata Bodhi mengerjap.

             Alfa menoleh, mendapatkan dinding  kosong. Hanya
           sebatas itu jangkauan penglihatannya. “Sarvara?” bisik Alfa,
           tegang.
             Bodhi menggeleng. “Dua Peretas. Satu Infiltran. Sebentar,
           ada dua Infiltran lagi.” Bodhi menoleh ke ruangan di sebelah

           kanannya. “Di… dapur?”
             Kas melongokkan kepala dari bingkai pintu.  “Ada yang
           mau teh?”
             Gio terlonjak kaget melihat kemunculan pria berkulit
           legam dengan sebatang rokok tersangkut di mulut.
             “Mas Kabut.” Kas mengangguk kecil.



           492
   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512