Page 509 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 509

Keping 82


             “Halo semua. Saya Petir.” Elektra memberanikan diri

           bersuara sambil  melambaikan  tangan.  Ketiga  pria itu
           menatapnya tanpa reaksi. “Hai, Bodhi,” sapa Elektra kepada
           satu-satunya orang yang ia kenal selain Toni. Sapaannya hanya
           dibalas sebelah alis mengangkat. Elektra menelan ludah.

           Setelah apa yang terjadi dengan Antarabhava, ia sebetulnya
           tidak heran reputasinya sedemikian tidak populer.
             “Selama kalian fokus pada hakikat kalian sebagai satu
           koloni, tidak perlu ada dendam pribadi,” komentar Liong.
             “Buat apa lagi kumpul-kumpul ini, Liong? Kita sudah
           kehilangan portal Bukit Jambul. Nggak ada lagi yang perlu

           kami jaga,” cetus Alfa.
             “Kamu pikir cuma itu tugasmu? Jadi penjaga portal? Bambu
           dengan  kain  merah  sudah cukup buat  jaga Bukit  Jambul,”
           balas Liong.

             “Portal adalah syarat bagi turunnya Peretas Puncak. Tanpa
           itu, gugus kita nggak bisa utuh,” cetus Gio.
             “Gugus kita memang sudah nggak utuh.” Sambil melirik
           Elektra, Bodhi menambahkan.
             “Foniks adalah Peretas Memori yang terputus dari

           gugusnya,” Liong menunjuk  Toni,  “aku bawa dia kemari
           karena dia bisa memicu ulang memori Petir,” Liong menunjuk
           Elektra,  “dan kalau Petir bisa kembali ke kisi, kita punya
           harapan.” Liong berputar ke arah Alfa, seakan menunggu

           sesuatu.



           494
   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514