Page 326 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 326
Segalanya ada Padamu
“Dan, kita melangkah lebih jauh dari yang kita duga.”
Sejenak mereka menikmati hawa euforia, sampai tiba-tiba
sesuatu menggelitik pikiran Dimas.
“Reuben. Mungkinkah Supernova ternyata salah satu dari
tokoh kita?”
“Mungkin. Kenapa nggak?”
“Andaikan kita berdua juga bagian dari cerita yang kita
buat sendiri. Kira-kira apa peran kita?”
Reuben diam. Ide itu agaknya terlalu fantastis untuk ia
tanggapi.
“Bagaimana kalau ternyata kita hanya dalang tempelan.
Figuran. Dua orang pria yang bahkan tak punya nama be-
lakang. Hidup dalam sebuah molekul pikiran seorang penulis
lain. Dan, kita selamanya tidak bisa keluar dari sini.”
Reuben bergidik ngeri, tapi ia berusaha melanjutkan.
“Semua memori, pengetahuan, dan hikayat hidup kita di-
injek sikan begitu saja. Kita nggak sungguhan mengalami itu
semua.”
“Eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya.”
“D-dan, sebenarnya selama ini kita nggak pernah keluar
dari rumah sedetik pun.”
“Kita cuma dua orang pria tak punya nama belakang di
dalam kamar kerja bertugas jadi dalang untuk cerita sese-
orang dan selamanya tinggal dalam sebuah molekul pikiran.”
“Bagaimana kalau penulis itu amnesia?”
“Kita tamat.”
315

