Page 322 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 322

IndIvIdu HanyalaH IlusI

              “Yang artinya?” potong Dimas tidak sabar.
              “Individu hanyalah ilusi.”

              Dimas tercenung. Ia mulai melihat semua kaitan ini
           dengan lebih jelas lagi.
              “Semua realitas itu nyata, tapi keterpisahanlah yang ilusi.
           Pada satu titik, kita semua adalah satu organisme. Roh dan
           materi dibangun dari satu unsur yang serupa. Dwiaspek

           dalam ketunggalan. Dan, kejadian yang saling menyilang ini
           sebenarnya  tidak  semisterius  yang  kita  duga.  Inilah  yang
           disebut—”
              “Sinkronisitas!” Dimas berseru, takzim.
              “Carl Jung benar-benar memberikan istilah yang pas, ya?”
           Reuben tersenyum.
              “D-dan kita baru saja mengalami sinkronisitas yang luar
           biasa.”

              “Sinkronisitas adalah komunikasi yang terjadi dalam
           kesadaran, dan digerakkan oleh satu Maharencana. Kalau
           kita memandang ini sebagai proses sebab akibat, niscaya
           tidak  akan  masuk  akal.  Semua  kebetulan-kebetulan  yang
           bermakna ini bukan hasil kausalitas.”

              “Aku  mengerti. Masing-masing dari kita  bertolak  dari
           sejarah pribadi yang nggak ada kaitannya, tapi lihatlah
           sekarang. Kita semua berada di jaring laba-laba yang sama.
           Bedanya, Supernova lebih dulu menyadari hal ini.”
              Tiba-tiba tawa Reuben meledak. Terpingkal-pingkal.
           “Selama ini dengan tololnya aku berusaha memikirkan pe-



                                                                 311
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327