Page 323 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 323

KEPING 32


           rumusan kesadaran dalam sains! Ha-ha-ha! Imbesil! Idiot!”
           Reuben tertawa sampai matanya berkaca-kaca.
             “Reuben, tolong jangan bilang kamu jadi gila gara-gara
           ini semua. Hidup jadi gay sudah cukup susah, jangan per sulit
           keadaanku lagi.”
             “Supernova benar. Semua ini jaring laba-laba, dan se lama
           aku diam dalam simpulku maka nggak mungkin aku bisa
           menerangkan jaring itu sendiri. Sains menerang kan feno-
           mena, tapi kesadaran bukan sebuah fenomena, melainkan

           segala-galanya. Termasuk sains pun fenomena  dalam  kesa-
           dar an. Yang harus kita cari adalah sains yang kompatibel
           dengan kesadaran. Itu dia!”
             Dimas tersenyum lebar. “Ternyata kamu waras. Malah,
           tambah waras.”
             “Ini yang dimaksud Abraham Maslow. Pada bentuknya
           yang paling ideal, sains nggak akan punya lagi persya ratan
           masuk. Ia terbuka pada segalanya dan tidak menge cualikan
           apa pun.”
             “Aku jadi ingat Copernicus yang mengubah pandangan
           dunia, kalau ternyata bumi bukan pusat orbit, melainkan
           matahari. Sekarang aku ingin mengubahnya lagi, kita me-
           mang pusat semesta walaupun bukan secara geografis. Kita
           adalah pusat karena—”
             “Kitalah maknanya.”
             Kedua pria itu berangkulan, menghadap jendela, mena tap
           konstelasi bintang, dan menemukan cermin mereka di mana-
           mana. 




           312
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328