Page 321 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 321

KEPING 32


           laks, Dimas. Ini, kan, gara-gara ide brilianmu juga. Nikmati
           dululah.”

             “Ya, aku tahu. Tapi, it feels too good to be true.”
             “Otopoiesis. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan ke-
           pa damu.”
             “Terima kasih. Penjelasanmu sangat terperinci. Eh, maaf,
           tapi apa, ya, bedanya otopoiesis dengan Otong Lenon?” tanya

           Dimas ketus.
             Reuben terpingkal. “Oops, sorry. Baiklah, alam ini se perti
           spektrum, berawal dari sistem sederhana sampai sis tem yang
           sangat kompleks. Otopoiesis berada di ujung spektrum alam.
           Saking kompleksnya, makhluk-makhluk otopoietis ini bi ang-
           nya paradoks. Setiap makhluk otopoietis punya struktur yang
           mampu memperbarui diri. Setiap organnya punya tingkat
           otonomi  tinggi  serta  memiliki  identitas  berbeda-beda  yang

           tetap bertahan sekalipun ter ikat dalam jaringan. Di lain
           pihak, karena sistem otopoiesis ini terbuka, ia punya keter gan-
           tungan dan ikatan yang dalam dengan lingkungan. Padahal,
           lingkungan ini jauh dari ekuilibrium, selalu ada fluktuasi
           energi tinggi yang melibatkan kebutuhan makan, sinar mata-

           hari, unsur kimia, mineral, dan sebagainya. Artinya, setiap
           struktur  otopoietis punya sejarah  pribadi yang unik, dan
           sejarah ini terkait lagi dengan sejarah yang lebih besar dan
           struktur  otopoietis lain, dan seterusnya, dan seterusnya. Se-
           makin besar otonomi satu organisme, semakin dalam lagi
           belitan yang menjeratnya. Atau malah, tak terputus.”



           310
   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326