Page 101 - In a Blue Moon
P. 101
kepala ke dalam. Dengkuran kakeknya menunjukkan bahwa
kakeknya sudah tertidur lelap. Setelah itu ia menutup pintu
kembali dan masuk ke kamar tidurnya sendiri.
Ia baru saja melangkah masuk ke kamar ketika ponselnya
berdenting, menandakan pesan masuk. Ia mengeluarkan
ponselnya dan memeriksanya. Dari nomor tak dikenal.
Baiklah. Ini dia.
Hanya itu bunyi pesannya.
Tidak mengerti, Lucas pun mengabaikannya dan mulai
melepaskan jas dan sepatunya. Tidak lama kemudian, ponsel-
nya berdenting lagi.
Dari nomor tak dikenal yang sama. Isi pesannya kali ini:
Aku masih membencimu.
Ha! Seulas senyum puas penuh kemenangan tersungging
99
di bibir Lucas. Ia tahu siapa pengirimnya. Ia juga mengerti
maksud pesan itu.
Akhirnya Sophie Wilson memberikan nomor teleponnya
kepada Lucas.
Sophie meletakkan ponsel di atas nakas dan menarik selimut
sampai ke dagu. Ia meringkuk nyaman di atas ranjang di ba-
lik selimut sambil bertanya-tanya apakah ia telah mengambil
keputusan yang tepat dengan memberikan nomor teleponnya
kepada Lucas Ford.
Tiba-tiba ponselnya bergetar tanpa suara. Sophie meraih-
nya dan membaca pesan yang masuk.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 99 3/30/2015 10:43:16 AM

