Page 106 - In a Blue Moon
P. 106
Sophie mendelik ke arah Lucas Ford, berjalan meng-
hampiri konter dan mengambil tiket di tangan Christina. Ia
mem bacanya sekilas, terkesiap, dan sebelah tangannya ter-
angkat mencengkeram pinggiran meja. Kemudian ia meng-
angkat wajah menatap Lucas Ford dengan mata melebar
kaget. ”Bagaimana kau bisa mendapatkan tiket ini?” tanyanya
takjub. ”Kau tidak mungkin mendapatkannya secara ke-
betulan. Ini tiket malam perdana dan sudah habis terjual
berbulan-bulan yang lalu.”
Lucas Ford mengangkat bahu.
Sophie masih menatapnya dengan mata lebar.
Akhirnya Lucas Ford mendesah dan berkata, ”Baiklah, kau
benar. Aku harus menelepon, membujuk, dan membuat ke-
sepakatan dengan beberapa orang demi mendapatkan tiket
104
yang sangat mahal ini. Jadi kuharap kau cukup terkesan de-
ngan usahaku dan bersedia menonton pertunjukan itu ber-
samaku.”
Sophie mengerjap. Ia tidak ragu tiket itu sangat mahal. Ia
sudah sangat sering menonton pertunjukan teater sehingga ia
tahu benar nomor-nomor kursi premium di dalam teater.
Dan nomor kursi yang tertera di tiket Lucas Ford adalah
kursi premium. Kursi premium untuk pertunjukan malam
perdana di Broadway. Astaga...
”Tapi pakaianku tidak cocok dikenakan untuk menghadiri
pertunjukan malam perdana,” kata Sophie sambil menunduk,
menatap pakaiannya yang tertutup celemek bersulam nama
tokonya.
Lucas Ford ikut mengamatinya. ”Kau benar,” gumamnya.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 104 3/30/2015 10:43:16 AM

