Page 97 - In a Blue Moon
P. 97
lam hidupnya. Yang benar saja! Tubuh seperti ini tidak di-
dapatkan hanya dengan makan dan tidur. Bukankah begitu,
Lucas?”
”Aku yakin kau benar, Miranda,” sahut Lucas.
Sophie memandang mereka berdua bergantian sambil me-
nahan senyum. Lalu ia berkata, ”Baiklah, kalau begitu. Se-
baiknya aku kembali kepada temanku.”
”Tunggu sebentar,” Lucas menahannya. Ia menoleh ke arah
Miranda dan berkata, ”Miranda, bisa tinggalkan kami seben-
tar? Ada yang ingin kubicarakan dengan Sophie.”
”Tentu saja,” kata Miranda ringan. ”Aku akan pergi meng-
ambil minuman dan menunggumu di dekat bar, oke?”
Miranda melambai kecil kepada Sophie dan melenggang
yakin ke arah bar.
95
”Baiklah, apa lagi yang ingin kaubicarakan?” tanya Sophie
kepada Lucas.
”Dia bukan kekasihku, siapa tahu kau bertanya-tanya,”
kata Lucas.
”Aku tidak bertanya-tanya,” balas Sophie tak acuh.
Lucas terkekeh. ”Jadi kapan kau akan meneleponku?”
Sophie menyesap anggurnya. ”Aku tidak berencana menele-
ponmu.”
”Kalau begitu berikan nomor teleponmu kepadaku, biar
aku yang meneleponmu.”
Sophie menggeleng-geleng. ”Kata-katamu tidak masuk
akal.”
”Apakah kau tahu kakekku merecokiku terus karena aku
tidak berhasil mendapatkan nomor teleponmu? Dan kau juga
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 95 3/30/2015 10:43:15 AM

