Page 114 - In a Blue Moon
P. 114
Lucas mengangkat bahu. ”Menurutku mereka sebenarnya
tidak perlu mengulur-ulur cerita...”
Sophie mengangkat sebelah tangan, menghentikan kata-
kata Lucas. ”Aku tidak peduli,” katanya tegas. ”Aku menyukai
pertunjukan ini apa adanya dan aku tidak mau mendengar
kritikmu.”
”Baiklah, baiklah.” Lucas menyerah. ”Simpan cakarmu.”
”Omong-omong, apakah ini benar-benar pertama kalinya
kau menonton pertunjukan teater?” tanya Sophie heran. ”Kau
tinggal di New York dan kau tidak pernah menonton per-
tunjukan di Broadway?”
”Aku yakin banyak orang asli New York yang belum per-
nah menginjakkan kaki mereka ke dalam teater mana pun di
Broadway,” kata Lucas.
112
Sophie mendengus, namun senyum lebarnya masih ter-
sungging sempurna. Kegembiraan gadis itu terlihat sangat
jelas, bahkan sejak mereka tiba di gedung teater tadi. Sophie
praktis melompat-lompat saking gembiranya melihat be-
berapa orang aktor dan aktris Broadway terkenal yang juga
hadir menyaksikan pertunjukan perdana ini. Melihat kegem-
biraan gadis itu membuat Lucas merasa keputusannya mem-
beli tiket pertunjukan ini adalah keputusan terbaik yang
pernah diambilnya seumur hidup.
Orkestra mengakhiri lagu penutup dan para penonton
yang masih ada di dalam teater bertepuk tangan, termasuk
Lucas dan Sophie.
”Ayo, kita keluar,” kata Sophie sambil berdiri dan mulai
mengenakan jaketnya.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 112 3/30/2015 10:43:17 AM

