Page 118 - In a Blue Moon
P. 118
Maksudku, aku dan dia,” Sophie menunjuk Lucas, ”bukan
aku dan kakeknya.”
”Tentu saja.” Nicholas Li memutar bola matanya. ”Jadi ka-
lian benar-benar bertunangan?”
”Ya.”
”Tidak.”
Lucas dan Sophie menjawab serentak, lalu bertukar pan-
dang.
”Kau baru saja mengakuinya, kenapa sekarang malah me-
nyangkal?” tanya Lucas.
Sophie mendengus. ”Kakekmu yang berkata kita bertu-
nangan, tapi aku tidak pernah merasa dilamar.”
”Apakah itu yang kauinginkan?” Lucas balas bertanya de-
ngan lancar. ”Baiklah. Sophie Wilson, bersediakah kau meni-
116
kah denganku?”
”Tidak!”
Jangan tanya kenapa Lucas suka memancing perdebatan
dengan Sophie. Mungkin karena ia suka melihat reaksi gadis
itu. Mungkin karena ia suka melihat kilatan di mata Sophie
setiap kali Sophie membalas kata-katanya. Mungkin juga ha-
nya karena ia menyukai tantangan. Dan Sophie Wilson su-
dah pasti adalah tantangan.
Lucas mengangkat bahu. ”Kenapa tidak? Ah, apakah ka-
rena tidak ada cincin? Tunggu sebentar.” Ia melepaskan cincin
kecil berwarna perak mengilap yang melingkari jari keling-
king kirinya, meraih tangan kanan Sophie dan menyematkan
cincin itu di jari manisnya sebelum gadis itu menyadari apa
yang terjadi. ”Nah, itu dia. Puas?”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 116 3/30/2015 10:43:17 AM

