Page 112 - In a Blue Moon
P. 112

Adrian	 merentangkan	 tangan	 dan	 tersenyum	 lebar,	 me-
                  nunjukkan	giginya	yang	putih	cemerlang.	”Aku	memang	da-
                  tang	ke	sini	berharap	ditraktir.”
                    ”Kalau	 begitu,	 ayo,”	 kata	 Spencer	 dan	 mendorong	 bahu
                  temannya.	 ”Omong-omong,	 kapan	 kau	 kembali	 ke	 New
                  York?”

                    ”Beberapa	 hari	 yang	 lalu,”	 sahut	 Adrian	 sambil	 berjalan
                  mengikuti	 Spencer.	 ”Pekerjaanku	 di	 Afrika	 Selatan	 sudah
                  selesai,	jadi	mulai	sekarang	aku	akan	kembali	bekerja	di	kan-
                  tor	New	York.”
                    ”Begitu,”	gumam	Spencer	sambil	mengangguk-angguk.
                    ”Bagaimana	kabar	Tyler?”
                    ”Baru	saja	menikah	dan	akan	kembali	dari	bulan	madunya
                  besok,”	sahut	Spencer.
          110
                    ”Dan	adikmu	yang	manis?”
                    Berpikir	 tentang	 adiknya	 membuat	 Spencer	 tersenyum.
                  ”Sophie?	Dia	sangat	baik.	Masih	sibuk	dengan	toko	kuenya.”
                    ”Apakah	dia	sudah	menikah?”
                    Spencer	adalah	kakak	yang	protektif	sepanjang	menyang-
                  kut	adiknya.	Dan	ada	sesuatu	dalam	nada	suara	Adrian	saat
                  itu	yang	membuatnya	penasaran.	”Belum.	Kenapa?”
                    ”Tidak	 apa-apa.	 Aku	 hanya	 bertanya-tanya	 apakah	 dia

                  masih	 menungguku,”	 sahut	 Adrian,	 lalu	 tertawa	 kecil.	”Ka-
                  rena	dia	pernah	memintaku	menikah	dengannya	sebelum	aku
                  berangkat	ke	Afrika.”
                    ”Apa?”
                    Adrian	 menatap	 Spencer	 dengan	 alis	 terangkat	 bertanya.
                  ”Kau	tidak	tahu?”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   110                     3/30/2015   10:43:17 AM
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117