Page 145 - In a Blue Moon
P. 145

Sophie	 dan	 Adrian	 menikmati	 makan	 siang	 mereka	 di
                restoran	Meksiko	kesukaan	Adrian	di	Ninth	Avenue.	Mereka
                bercerita	tentang	apa	yang	mereka	lakukan	selama	empat	ta-
                hun	 terakhir,	 mereka	 saling	 tertawa	 dan	 saling	 bergurau.
                Namun,	baik	Sophie	maupun	Adrian	tidak	sekali	pun	men-
                coba	mengungkit	pertanyaan	yang	diajukan	Adrian	sebelum-

                nya	dalam	taksi.
                  Ping!
                  Sophie	mengerjap,	menatap	ovennya	dengan	bingung,	lalu
                segera	 menyadari	 bahwa	 ponselnyalah	 yang	 berbunyi,	 me-
                nandakan	 pesan	 masuk.	 Ia	 merogoh	 saku	 celemeknya	 dan
                mengeluarkan	ponsel.	Nama	yang	tertera	di	ponsel	membuat-
                nya	cepat-cepat	membuka	pesan	itu.
                  Terima kasih untuk tartlet-nya. Maaf aku tidak ada ketika
                                                                          143
                kau datang.
                  Sophie	 meringis.	Ternyata	 manajer	 Ramses	 mengabaikan
                kata-kata	Sophie	dan	memberitahu	Lucas	Ford	tentang	ke-
                datangannya.
                  Kuharap karyawanmu baik­baik saja, balas	Sophie.
                  Tiba-tiba	ponsel	Sophie	berdering	dan	nama	Lucas	Ford
                muncul	di	layar.
                  ”Halo?”	kata	Sophie	setelah	ponsel	ditempelkan	ke	telinga-

                nya.
                  ”Untung	saja	lukanya	tidak	terlalu	parah,”	kata	Lucas	Ford
                di	ujung	sana,	menyambung	pembicaraan	mereka.	”Dia	akan
                pulih	setelah	beberapa	hari.”
                  Lucas	 Ford	 terdengar	 agak	 lelah,	 namun	 nada	 suaranya
                tetap	 ringan	 dan	 santai	 seperti	 biasa.	 Berbeda	 dengan	 ke-







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   143                     3/30/2015   10:43:19 AM
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150