Page 147 - In a Blue Moon
P. 147
”Aku tidak mengerti dirimu.”
”Aku dengan senang hati mempersilakanmu mengenalku
lebih baik.”
”Aku tidak... Oh, terserahlah.”
Lucas Ford tertawa. ”Baiklah, aku benar-benar harus pergi
sekarang.”
”Pergilah.”
”Oh, satu hal lagi,” kata Lucas Ford cepat. ”Kosongkan
jadwalmu akhir pekan ini. Kakekku ingin mengundangmu
dan keluargamu makan malam di Ramses.”
”Ap—?”
”Dah!” Dan laki-laki itu langsung memutuskan hubungan.
Sophie hanya bisa melongo menatap ponselnya sesaat se-
belum akhirnya tertawa kecil dan memasukkan ponselnya
145
kembali ke saku celemek. Ia menarik napas dalam-dalam dan
mengembuskannya dengan pelan. Setelah berbicara dengan
Lucas Ford, dadanya kini terasa lebih ringan.
Tiba-tiba teringat sesuatu, Sophie menarik tangannya dari
saku dan menunduk mengamati cincin yang melingkari jari
manisnya. Ia nyaris lupa tentang cincin ini. Ia harus mengem-
balikannya kepada Lucas Ford. Sophie berjalan ke arah was-
tafel dan mulai mengusapkan sabun ke jarinya. Tidak lama
kemudian cincin itu pun terlepas dengan mudah.
Sekarang bagaimana?
Mengingat cincin ini adalah milik almarhum nenek Lucas
Ford, Sophie harus menyimpannya di tempat yang aman. Ia
memandang berkeliling. Karena ia harus bisa langsung me-
ngembalikan cincin ini kepada Lucas Ford apabila ia bertemu
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 145 3/30/2015 10:43:20 AM

