Page 146 - In a Blue Moon
P. 146

marin	malam.	Sophie	diam-diam	mengembuskan	napas	dan
                  tersenyum	 kecil.	 Sepertinya	 Lucas	 Ford	 tidak	 marah	 lagi.
                  ”Syukurlah,”	gumamnya.
                    ”Oh,	 ya,	 apakah	 kau	 tahu	 betapa	 hebohnya	 tartlet	 yang
                  kaukirimkan	 diperebutkan	 di	 sini?	 Bahkan	 pâtissier-ku	 kini
                  berniat	 mendaftarkan	 diri	 sebagai	 penggemarmu,”	 lanjut

                  Lucas	Ford.
                    Sophie	mengangkat	alis.	”Apakah	kau	sedang	memujiku?”
                    ”Tentu	saja,”	sahut	Lucas	Ford	terus	terang.	”Astaga,	apa-
                  kah	 kata-kataku	 sangat	 tidak	 jelas	 atau	 apakah	 kau	 tipe
                  orang	yang	selalu	ingin	memancing	pujian?”
                    Sophie	 memejamkan	 mata	 dan	 mendesah,	 ”Aku	 mem-
                  bencimu.”
                    ”Tidak,	kau	tidak	membenciku,”	balas	Lucas	Ford	tenang.
          144
                  Sophie	 bahkan	 bisa	 membayangkan	 laki-laki	 itu	 tersenyum
                  lebar	ketika	mengatakannya.	”Omong-omong,	aku	harus	kem-
                  bali	 ke	 dapur	 sekarang.	 Sebentar	 lagi	 kami	 akan	 memulai
                  layanan	 makan	 malam.	 Apa	 yang	 akan	 kaulakukan	 malam
                  ini?”
                    Pertanyaan	 yang	 seolah-olah	 tak	 berhubungan	 itu	 mem-
                  buat	 Sophie	 menyipitkan	 mata.	 Ia	 ragu	 sejenak	 sebelum
                  menjawab,	”Tidak	ada	yang	istimewa.	Kakak	sulungku	sudah

                  kembali	dari	bulan	madunya	dan	kami	sekeluarga	akan	ma-
                  kan	malam	bersama	di	rumah	kakekku.”
                    ”Kedengarannya	 menyenangkan,”	 kata	 Lucas	 Ford.	”Baik-
                  lah.	Akan	kutelepon	lagi	nanti.”
                    ”Kenapa?”
                    ”Kenapa	tidak?”







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   144                     3/30/2015   10:43:19 AM
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151