Page 209 - In a Blue Moon
P. 209
spektakuler. Dan Lucas Ford benar-benar koki yang spekta-
kuler. Nic akan dengan senang hati mendukung usaha
Gordon Ford untuk menjodohkan Lucas Ford dan Sophie
apabila itu berarti ia—sebagai sahabat terbaik Sophie—bisa
sering menikmati makanan di sini.
Setelah hidangan pertama disajikan, obrolan di meja ma-
kan berlangsung normal. Gordon Ford tidak lagi menying-
gung usahanya menjodohkan Sophie dengan cucunya. Me-
reka membicarakan hal-hal sederhana, tentang pekerjaan dan
keluarga, tentang Ramses dan makanannya yang luar biasa.
Obrolan yang tidak berbahaya. Lalu...
”Jadi, Lucas,” kata Spencer dengan nada sambil lalu, ”ku-
dengar kau dan Sophie pernah satu sekolah?”
Lucas Ford melirik Sophie sekilas, lalu menjawab, ”Ya, be-
207
nar.”
Sophie menatap Spencer dengan alis berkerut samar, na-
mun Spencer mengabaikannya dan tetap menatap Lucas
Ford.
”Kalian sudah saling mengenal dulu?”
”Ya.”
”Tetapi kudengar kalian bukan teman?”
Lucas Ford ragu sejenak, lalu menjawab, ”Bukan.”
”Hm,” gumam Spencer pelan sementara matanya masih
menatap Lucas Ford dengan penuh pertimbangan.
Raut wajah Lucas Ford tidak menunjukkan apa-apa, na-
mun sikap tubuhnya terlihat agak tegang. Salah tingkah. Ia
baru saja membuka mulut hendak melanjutkan ucapannya
ketika sesuatu menghentikan niatnya. Ia merogoh saku ba-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 207 3/30/2015 10:43:24 AM

