Page 226 - In a Blue Moon
P. 226
”Tanganmu terkepal, chouchou.”
Sophie menggigit bibir dengan geram dan berusaha me-
lemaskan kedua tangannya. Terkutuklah Lucas Ford dan
panggilan konyolnya!
Lucas mendesah dan berkata, ”Sudah kukatakan padamu
kami tidak pergi bersama. Aku baru tahu dia akan pergi ke
Chicago siang ini, ketika dia menelepon dan memberitahuku.”
”Kau percaya dia pergi ke sana untuk urusan pekerjaan?”
tanya Sophie blakblakan.
Lucas mengangkat bahu. ”Itu yang dikatakannya. Kenapa
aku harus meragukannya?”
Sophie memejamkan mata dan menarik napas panjang.
”Kau tentu tahu dia menyukaimu, bukan? Kau tidak mung-
224 kin tidak menyadarinya. Sangat jelas terlihat bahwa dia me-
nyukaimu dan dia mengharapkan lebih.”
”Tapi aku tidak,” balas Lucas. ”Aku tidak pernah mengang-
gapnya sebagai kekasihku, aku tidak pernah memperkenal-
kannya sebagai kekasihku, dan aku sudah pasti tidak pernah
mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuatnya ber-
pikir bahwa kami memiliki hubungan khusus.”
”Mungkin itulah alasannya,” gerutu Sophie. ”Kau tidak
pernah mengatakan atau melakukan apa-apa, yang berarti
kau tidak pernah menolaknya.”
Tidak lama kemudian, Lucas menghentikan mobil di de-
pan gedung apartemen Sophie. Sophie melepaskan sabuk
pengaman, namun tetap duduk bersandar. Ia mendesah pelan
dan menoleh menatap Lucas. ”Maafkan aku,” gumamnya
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 224 3/30/2015 10:43:25 AM

