Page 266 - In a Blue Moon
P. 266
Sophie tahu benar apa maksud Adrian dan sejenak ia bah-
kan tidak bisa berpikir apa yang harus dikatakannya. Mung-
kin angin dingin bulan Januari sudah membekukan otaknya
selama beberapa detik ia berdiri di trotoar ini.
Sepertinya Adrian menganggap sikap diam Sophie sebagai
persetujuan, karena ia mulai melangkah mendekati Sophie
dengan perlahan. Sophie tidak bergerak dari tempatnya ber-
diri, membiarkan Adrian berdiri tepat di depannya, sampai
jaket mereka berdua bersentuhan.
Dia akan menciumku dan aku akan membiarkannya, pikir
Sophie sementara ia mengangkat wajah menatap Adrian, ka
rena dia juga sudah mencium Miranda Young.
Adrian mengangkat sebelah tangan, menyentuh pipi
264 Sophie, lalu menunduk dengan perlahan.
Dia akan menciumku dan aku akan membiarkannya.
Aku akan membiarkannya.
Namun, pada detik terakhir, Sophie memalingkan wajah,
membuat bibir Adrian mendarat di sudut bibirnya. Sophie
memejamkan mata dan mendesah dalam hati. Apa yang di-
lakukannya? Kenapa ia melakukannya? Ia hanya menggerak-
kan wajahnya sedikit, namun itu tetap adalah penolakan.
Ia yakin Adrian juga menyadarinya, walaupun laki-laki itu
tidak menunjukkannya. Adrian hanya tersenyum kepada
Sophie, menggakkan tubuh kembali dan bergumam, ”Selamat
malam.”
Sophie hanya bisa membalas dengan senyum kikuk. Ia
menunggu sampai Adrian masuk kembali ke mobilnya dan
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 264 3/30/2015 10:43:29 AM

