Page 295 - In a Blue Moon
P. 295
Sophie tersentak dan mengalihkan pandangan dari pintu
depan Ramses kepada Adrian. ”Ya?”
”Kau mau minum apa?” tanya Adrian.
”Oh.” Sophie menyadari pelayan kafe sudah berdiri di sam-
ping meja mereka. ”Cappuccino. Terima kasih,” katanya ke-
pada si pelayan.
”Kau ingat tempat ini?” tanya Adrian kepada Sophie ke-
tika pelayan kafe itu sudah pergi.
”Hm,” Sophie bergumam membenarkan. ”Tentu saja aku
ingat. Kita sering bertemu di sini dulu.”
Adrian tersenyum. ”Itu masa yang menyenangkan.”
Sophie menatap Adrian, ragu, namun akhirnya mengambil
keputusan. ”Adrian,” katanya, ”kenapa kau membiarkan te-
manmu beranggapan bahwa aku adalah kekasihmu?”
293
Sepertinya Adrian tidak menduga pertanyaan Sophie yang
blakblakan itu karena matanya melebar kaget, lalu ia tertawa
pelan. ”Kau benar-benar sudah berubah, Sophie,” katanya.
Sophie memilih tidak berkomentar.
”Baiklah,” kata Adrian setelah berpikir sejenak. ”Aku ingin
menunjukkan kepadamu bahwa aku siap berubah apabila kau
bersedia memberiku kesempatan sekali lagi.”
Sophie terdiam. Ia sudah menduganya. Namun, keputusan
Adrian untuk berubah sudah terlambat empat tahun bagi
Sophie. Sophie menoleh memandang ke luar kafe, ke arah
Ramses, lalu kembali menatap Adrian. Ia menghela napas
pelan dan menggeleng.
Adrian mencondongkan tubuh ke depan. ”Bisakah kau
memberiku kesempatan sekali lagi?”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 293 3/30/2015 10:43:31 AM

