Page 296 - In a Blue Moon
P. 296
”Maafkan aku, Adrian. Aku tidak bisa,” kata Sophie hati-
hati.
”Kenapa tidak?”
Sophie menggigit bibir, dan memutuskan berkata jujur.
”Aku bersama seseorang.”
Alis Adrian terangkat. ”Begitu?” katanya perlahan selama
beberapa detik. ”Tapi kau tidak pernah memberitahuku se-
belumnya.”
Sophie tidak perlu langsung menjawab karena saat itu
kopi-kopi pesanan mereka diantarkan. ”Memang belum ada
yang terjadi ketika terakhir kali kita bertemu,” sahutnya sam-
bil menatap cappuccino-nya.
Hening. Lalu, ”Boleh aku bertanya siapa orangnya?”
Tanpa sadar Sophie kembali menoleh memandang ke luar
294
kafe, ke arah Ramses.
”Jangan-jangan...” Adrian menghentikan kata-katanya,
mengikuti arah pandang Sophie. ”Ford?”
Nada suara Adrian membuat Sophie kembali menatapnya.
”Sophie, kau tidak mungkin serius,” lanjut Adrian dengan
alis berkerut tidak setuju.
Sepercik kekesalan terbit dalam diri Sophie. ”Kenapa ti-
dak?” tanyanya.
”Dia pernah menyakitimu dan kau tentu tahu dia akan
melakukannya lagi,” cetus Adrian. ”Kenapa kau mau berhu-
bungan dengan orang yang menyakitimu? Sophie, kupikir
kau lebih cerdas daripada ini.”
Nada suara Adrian yang merendahkan dan menggurui
membuat Sophie tersinggung. Tentu saja Sophie cerdas, dan
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 294 3/30/2015 10:43:31 AM

