Page 299 - In a Blue Moon
P. 299
Mata hijau Miranda menyipit samar. ”Maksudmu karena
kau bersama Sophie sekarang?”
”Begitulah.”
Miranda bersedekap dan memberengut. ”Membosankan.
Aku tidak mengerti kenapa kau tidak bisa bersosialisasi se-
perti dulu hanya gara-gara kau sudah... bersama seseorang,”
keluhnya. Ia melirik Lucas dengan tatapan menyelidik. ”Apa-
kah dia melarangmu?”
Lucas mendesah dan berdiri. ”Aku melarang diriku sendiri,”
katanya tegas. ”Kalau hanya itu yang ingin kaukatakan,
Miranda...”
”Kau mau pergi?” tanya Miranda heran ketika Lucas me-
nyambar jaket dari gantungan.
”Ya.” Lucas mengenakan jaketnya dan berjalan ke arah pintu.
297
”Tapi kau baru tiba. Lucas, tunggu.” Miranda segera bang-
kit dan menyusul Lucas keluar dari ruang kerja.
Lucas melangkah ke trotoar dan ke tengah-tengah udara
dingin bulan Januari. Nah, kenapa ia tadi memutuskan keluar
dari restorannya yang hangat? pikirnya sementara ia meng-
gigil. Oh, ya, karena ia ingin menghindari Miranda.
”Lucas!”
Lucas menghela napas. Kelihatannya Miranda tidak akan
pergi walaupun Lucas mengabaikannya. Miranda akan terus
mengusiknya kalau ia tidak mendengarkan. Jadi ia berhenti,
menjejalkan tangan ke saku jaket dan membiarkan Miranda
menyusulnya.
”Lucas, kau harus membantuku,” desak Miranda. ”Dengar,
mereka sangat terkesan ketika mereka tahu bahwa aku me-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 297 3/30/2015 10:43:32 AM

