Page 65 - In a Blue Moon
P. 65
Parlor kemarin sore. Ia sengaja mempertemukan Lucas de-
ngan Sophie dengan harapan Lucas bisa memanfaatkan ke-
sempatan itu. Ternyata Lucas gagal. Sophie Wilson masih
membencinya.
”Apakah kakekmu benar-benar bisa melakukannya? Me-
nyerahkan Ramses kepada orang lain, maksudku,” tanya
Jared.
Lucas mendengus. ”Tentu saja tidak. Kau kira ini sinetron?
Kakekku selalu bersikap dramatis dan aku sudah terbiasa.
Jadi ancamannya tidak penting.”
Jared mengerutkan kening tidak mengerti. ”Kalau ancaman
kakekmu tidak penting, kenapa kau masih berusaha mende-
kati gadis itu?”
”Karena aku ingin dia memberiku kesempatan untuk
63
membuktikan...” Lucas tidak menyelesaikan kalimatnya. Ia
memutar-mutar kursinya dengan pelan sambil mengetuk-nge-
tuk dagu dengan bolpoin. ”Sebenarnya aku sudah punya
gagasan. Aku hanya sedang mengumpulkan insentif tam-
bahan yang bisa kutawarkan kepadanya.”
”Ceritamu membingungkan,” keluh Jared.
Tiba-tiba Lucas mencondongkan tubuh dengan cepat dan
kembali memusatkan perhatian pada CV-CV yang tersebar
di meja. ”Tidak apa-apa,” katanya tegas. ”Lanjutkan pen-
jelasanmu tentang kandidat-kandidat ini.”
Jared mendesah dan menggeleng-geleng. Ia baru hendak
membuka mulut untuk memulai ketika Lucas mengangkat
sebelah tangan untuk menghentikannya.
”Apa lagi?” tanya Jared.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 63 3/30/2015 10:43:12 AM

