Page 70 - In a Blue Moon
P. 70
juga berpapasan dengan beberapa orang yang menyapa
Sophie dengan akrab dan tersenyum ramah kepada Lucas.
Kemudian Sophie membuka pintu di sebelah kiri dan masuk.
Lucas menyusulnya dan melangkah memasuki ruangan
yang ternyata sedang dalam proses renovasi. Dinding-din-
dingnya belum dicat sempurna. Dua kursi berlengan dan
sebuah meja dikumpulkan di tengah-tengah ruangan dan di-
tutup plastik. Kaleng-kaleng cat dan kertas-kertas koran
ter sebar di lantai.
Lucas mengangkat alis mengamati ruangan itu. Ia memang
tidak berharap Sophie akan mengajaknya ke ruang duduk
yang nyaman agar mereka bisa berbicara dengan santai, tetapi
ia juga tidak menduga gadis itu akan mengajaknya ke
ruangan yang setengah jadi seperti ini.
68
Sophie berjalan menghampiri satu-satunya jendela yang
ada di dalam ruangan itu dan berbalik menghadap Lucas.
”Bicaralah,” katanya.
”Di sini?” tanya Lucas.
Sophie mengangkat bahu acuh tak acuh. ”Ruangan-
ruangan lain sedang ditempati. Tidak ada orang yang akan
masuk ke ruangan ini,” sahutnya. ”Jadi apa yang ingin kau-
bicarakan tentang George?”
Lucas mengangguk kecil dan menangkupkan kedua tangan
ke belakang punggung. ”Baiklah,” desahnya. ”Apakah kau tahu
George mengirimkan surat lamaran ke Ramses?”
Sophie berpikir sejenak, lalu mengerang dalam hati. Benar
juga. George pernah mengirim surat lamaran ke Ramses ke-
tika ia mendengar Ramses membutuhkan orang untuk meng-
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 68 3/30/2015 10:43:13 AM

