Page 69 - In a Blue Moon
P. 69
nyadari bahwa ia sudah lupa bahwa mereka tidak hanya ber-
dua saja di dapur. Keenam peserta kelasnya masih berjong-
kok di depan oven, akan tetapi perhatian mereka semua kini
tertuju pada Sophie dan Lucas Ford.
”Sophie, dia pacarmu ya?” tanya Alison sambil menatap
Lucas Ford dari ujung kepala ke ujung kaki.
”Bukan!” sergah Sophie cepat. Menyadari jawabannya ter-
lalu keras, Sophie berusaha menenangkan diri dan menjawab
sekali lagi dengan nada yang lebih tenang, ”Bukan.”
Lucas Ford menimpali, ”Bukan pacar, melainkan tunang...
Aduh!”
Tangan Sophie sudah melayang dan memukul lengan
Lucas Ford dengan keras sebelum Sophie benar-benar me-
nyadari apa yang dilakukannya. ”Demi Tuhan, tutup mulut-
67
mu!” bisiknya dengan gigi mengertak.
Namun, sudah terlambat. Alison, seperti kebanyakan anak
remaja dengan daya imajinasi tinggi, langsung menangkap
maksud Lucas Ford. Matanya melebar kagum. ”Tunangan?”
Sophie mengabaikan pertanyaan Alison dan mengumum-
kan, ”Brownie-nya boleh dikeluarkan lima menit lagi. Aku
akan segera kembali.” Kemudian ia menoleh menatap Lucas
Ford dan berkata, ”Kau. Ikut aku.”
Lucas mengikuti Sophie Wilson yang berjalan cepat me-
nyusuri koridor sempit tanpa karpet. Mereka melewati se-
deret ruang kecil yang terlihat seperti ruang kerja. Mereka
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 67 3/30/2015 10:43:13 AM

