Page 5 - MODUL KELAS 4 TEMA 5
P. 5

Ayo Menulis                                        3.4 dan 4.4 IPS


                 Bacalah kembali teks “Raja Purnawarman, Panji bagi Segala Raja”, lalu ceritakan isi teks
                 tersebut dengan bahasamu sendiri! Tuliskan pada buku tugasmu!

                       Ayo Memahami                                         3.4 dan 4.4 IPS

                     Sebagai wujud kecintaan rakyat Kerajaan Tarumanegara kepada Raja Purnawarman,
                 telapak kakinya diabadikan dalam bentuk prasasti yang dikenal sebagai Prasasti Ciareteun.
                 Selain itu, ada 6 prasasti lagi yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

                 1.  Prasasti Tugu
                         Prasasti Tugu ditemukan di Batutumbu, desa Tugu, Bekasi. Tapi sekarang prasasti
                     ini disimpan dan dapat dilihat di salah satu Museum di Jakarta. Prasasti ini menyebutkan
                     bahwa Rajadirajaguru melakukan penggalian Sungai Candrabaga dan penggalian
                     Sungai Gomati oleh Purnawarman sepanjang 6112 tombak (12 km) pada tahun ke 22
                     masa pemerintahannya.
                         Bentuk prasasti ini bulat seperti telur dengan tinggi kurang lebih 1 meter, di mana
                     tulisannya mengunakan aksara Palawa dan bahasa Sanskerta yang disusun dalam
                     lima baris membentuk metrum anustubh.

                 2.  Prasasti Kebon Kopi
                         Prasasti  Kebon  Kopi  ditemukan  oleh  para  penebang  hutan  pada  abad  ke-19
                     di  Muara  Hilir  (sekarang  Desa  Ciaruteun  Ilir,  Kecamatan  Cibungbulang,  Bogor).
                     Hal yang unik dari prasasti ini yaitu adanya lukisan tapak kaki gajah yang diartikan atau
                     disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata yaitu hewan tunggangan Dewa Wisnu.
                 3.  Prasasti Cidanghiyang (Prasasti Lebak)
                         Prasasti Lebak ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang di desa Lebak, Kecamatan
                     Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten pada tahun 1947. Prasasti ini berisi dua baris
                     kalimat berbentuk puisi yang ditulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta, di
                     mana kalimat-kalimat pada prasasti tersebut mengagung-agungkan keberanian raja
                     Purnawarman.
                 4.  Prasasti Jambu (Prasasti Pasir Koleangkak)
                         Prasasti Pasir Koleangkak ditemukan pertama kali pada tahun 1854 di sebuah
                     perkebunan Jambu di BBukit Koleangkak, tepatnya sekitar 30 km sebelah barat Bogor.
                     Sama dengan prasasti peningalan kerajaan Tarumanegara lainnya, prasasti ini pun
                     mengunakan bahasa Sanskerta dan huruf Palawa yang isinya memuji keagungan dan
                     kehebatan pemerintahan raja Purnawarman.
                 5.  Prasasti Ciaruteun (Prasasti Ciampea)
                         Prasasti Ciaruteun atau kadang juga disebut prasasti Ciampea ditemukan pada
                     tahun 1863 di tepi Sungai Ciarunteun dekat muara Sungai Cisadane di Bogor. Prasasti
                     ini juga mengunakan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta yang terdiri empat baris
                     kalimat. Selain tulisan tersebut, di prasasti ini juga terdapat sebuah pahatan seperti
                     laba-laba dan sepasang telapak tangan Raja Purnawarman. Sampai sekarang prasasti
                     ini masih berada ditempat pertama kali ditemukan. Salinannya dapat dilihat di Museum
                     Sejarah, Jakarta.





                                             Tematik 4 Tema 5 Pahlawanku                              5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10