Page 154 - uu ciptakarya Master
P. 154

Peraturan Perundang-undangan

           (6)  Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148
               ayat (1) dan ayat (2) tidak diperlukan apabila :
               a.  pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh
                   melanggar    prosedur    mogok     kerja   sebagaimana
                   dimaksud dalam Pasal 140;
               b.  pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh
                   melanggar ketentuan normatif yang ditentukan dalam
                   perjanjian kerja, peraturan perusahaan,  perjanjian
                   kerja bersama, atau peraturan perundang-undangan
                   yang berlaku.
           Pasal 149
               Cukup jelas

                                       BAB XII
                         PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA


                                      Pasal 150
           Ketentuan mengenai pemutusan hubungan  kerja dalam
           undang-undang ini meliputi pemutusan hubungan kerja yang
           terjadi  di badan usaha yang berbadan hukum atau tidak,
           milik orang perseorangan, milik persekutuan atau milik badan
           hukum, baik milik swasta maupun  milik  negara, maupun
           usaha-usaha sosial  dan usaha-usaha lain  yang  mempunyai
           pengurus dan mempekerjakan orang lain  dengan membayar
           upah atau imbalan dalam bentuk lain.
           Pasal 150
               Cukup jelas

                                      Pasal 151

           (1)  Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh,
               dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan
               agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.




           Biro Hukum  Kemnaker R.I     144
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159