Page 156 - uu ciptakarya Master
P. 156

Peraturan Perundang-undangan

               dan/atau Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
           (3)  Dalam  hal  Pekerja/Buruh telah diberitahu dan menolak
               Pemutusan  Hubungan  Kerja, penyelesaian Pemutusan
               Hubungan  Kerja wajib dilakukan melalui perundingan
               bipartit  antara Pengusaha dengan Pekerja/Buruh dan/
               atau Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
           (4)  Dalam hal perundingan bipartit sebagaimana dimaksud
               pada ayat (3) tidak mendapatkan kesepakatan, Pemutusan
               Hubungan Kerja dilakukan melalui tahap berikutnya sesuai
               dengan  mekanisme penyelesaian Perselisihan Hubungan
               Industrial.

           Pasal 151
               Ayat (1)
                   Yang dimaksud dengan “mengupayakan” adalah
                   kegiatan-kegiatan yang positif  yang pada  akhirnya
                   dapat menghindari terjadinya Pemutusan Hubungan
                   Kerja antara lain pengaturan waktu kerja, penghematan,
                   pembenahan metode kerja, dan memberikan pembinaan
                   kepada Pekerja/Buruh.

               Ayat (2)
                   Cukup jelas.
               Ayat (3)
                   Cukup jelas.
               Ayat (4)
                   Cukup jelas.


                                   Pasal 151A***
           Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 ayat
           (2) tidak perlu dilakukan oleh Pengusaha dalam hal:


           *** Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
           Undang Nomor 2 Tahun 2022, dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.


           Biro Hukum  Kemnaker R.I     146
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161